Harga Tes PCR Bisa Turun Lagi Jadi Rp300.000?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Sabtu 21 Agustus 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 320 2458958 penurunan-harga-tes-pcr-dinilai-terlambat-bikin-maskapai-gagal-terbang-8JdNtLFhM5.JPG Penurunan harga tes PCR terlambat (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penurunan harga tes PCR dinilai agak terlambat bagi industri penerbangan. Sebab, dunia penerbangan sudah mengalami tekanan akibat pandemi sejak satu setengah tahun yang lalu.

Pengamat Penerbangan Gatot Rahardjo menilai seharusnya harga tes PCR bisa ditekan lagi, melihat kondisi maskapai pada satu setengah tahun belakangan yang cukup memprihatinkan.

Baca Juga: Harga Tes PCR Turun, AP I Pede Penerbangan Bangkit Lagi

"Sayangnya kebijakan ini agak terlambat, sudah hampir 1,5 tahun kondisi maskapai sudah sangat memprihatinkan dan Presiden sendiri yang harus turun tangan, padahal sebenarnya ini bisa diurusi oleh menterinya," ujarnya kepada MNC Portal pada Sabtu (21/8/2021).

Gatot melanjutkan, turunnya harga yang diminta presiden Jokowi masih kurang dari apa yang diharapkannya. Harga yang dipatok presiden Rp450-Rp550 ribu masih tergolong cukup tinggi baginya jika mau dibandingkan dengan negara lain.

Baca Juga: Harga Tes PCR Turun, Dirut Garuda Berharap Jumlah Penumpang Naik

"Di beberapa negara memang harga PCR bervariasi, tapi tentu saja itu juga terkait dengan daya beli masing-masinh masyarakatny, Di Indonesia kalau harganya Rp700 ribu sampai Rp1 juta memang mahal, Harga Rp450Rp-550 ribu uga seharusnya bisa ditekan lagi, terbukti ada beberapa maskapai yg bisa menekan harga tes PCR jadi Rp200-Rp300 ribu," lanjutnya.

Meski demikian, kebijakan ini sebenarnya ditunggu-tunggu oleh para pelaku di industri penerbangan, baik itu dari sisi para operator penerbangan, maupun para calon penumpang pesawat. "Jadi sisi kesehatannya tetap terpenuhi, tapi juga tidak memberatkan penumpang dan nantinya diharapkan jumlah penumpang bertambah dan tentu saja operator penerbangan jadi bergairah kembali," sambung Gatot.

Gatot masih menunggu, kebijakan pemerintah melalui menteri-menterinya yang bisa membantu dunia penerbangan menjani pandemi Covid 19. "Masih banyak kebijakan-kebijakan lain terkait operasional penerbangan yang bisa diambil oleh menteri perhubungan dan menteri BUMN, misalnya terkait slot, rute, harga tiket, avtur yang seharusnya bisa diatur agar tidak mempengaruhi bahkan mendukung percepatan penanganan pandemi tapi juga tidak memberatkan masyarakat dan maskapai penerbangan," tutur Gatot.

Mengantisipasi harga test PCR yang melambung tinggi pada sebelumnya, Gatot menjelaskan banyak maskapai hingga bekerja sama dengan para klinik atau rumah sakit untuk mengadakan test PCR, seperti yang dilakukan oleh Lion Air. "Kalau ada kerjasama bandara, mskapai dan klinik atau Rumah sakit dan diadakannya di bandara mungkin lebih baik lagi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini