Share

4 Fakta Tunjangan Presiden hingga Anggaran Infrastruktur Dipangkas

Hafid Fuad, Sindonews · Minggu 22 Agustus 2021 04:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 21 320 2459086 4-fakta-tunjangan-presiden-hingga-anggaran-infrastruktur-dipangkas-nXSj9I9dAJ.jpg Tunjangan PNS dipangkas (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo memangkas tunjangan kinerja (tukin) Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga Rp10,8 Triliun pada 2022. Anggaran tukin yang dipangkas untuk Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 PNS.

Gaji PNS berasal dari tunjangan yang diberikan, mulai dari tunjangan istri, anak hingga kinerja. Lalu apakah soal potongan yang dilakukan pemerintah sudah optimal? Berikut fakta-fakta terkait anggaran yang harusnya dipangkas Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Sri Mulyani: Dunia Berjuang untuk Sehatkan APBN

1. Kebijakan Potong Anggaran Harus Diperluas

Menurut Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, seyogyanya kebijakan potongan anggaran juga menyasar Presiden, Menteri, Eselon I di kementerian dan lembaga, hingga Kepala Daerah.

Pertimbangan utamanya terkait dengan penghematan anggaran untuk diprioritaskan sektor kesehatan dan belanja perlindungan sosial. Dua pertimbangan ini memang masuk dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di tahun mendatang.

"Bagi pejabat negara yang besar sebenarnya bukan gajinya, melainkan tunjangan jabatan. Kalau mau dipangkas mulai dari Presiden, Menteri sampai Eselon I di kementerian lembaga dan Kepala Daerah. Pertimbangan utama berkaitan dengan penghematan anggaran untuk prioritas kesehatan dan belanja perlindungan sosial," ujar Bhima.

Baca Juga: Tak Hanya PNS, Tunjangan Presiden hingga Menteri Juga Perlu Dipangkas

2. Keuangan Negara Tidak Sehat

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai, defisit anggaran masih cukup tinggi sehingga butuh lebih banyak pos yang bisa dipangkas. Hitungannya, bila defisitnya anggaran tinggi, maka beban utang semakin besar dan menyebabkan keuangan negara tidak sehat.

Pertimbangan berikutnya terkait dukungan moral dan empati para pejabat terhadap kesulitan ekonomi masyarakat selama pandemi Covid-19. Tercatat, selama pandemi banyak warga yang mendadak menjadi pengangguran dan orang miskin baru.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

3. Defisit 3% Baru Mungkin Dilakukan 2023

Defisit anggaran 2022 direncanakan sebesar 4,85% terhadap PDB atau Rp868,0 triliun. Pemerintah menjamin tingkat utang dalam batas terkendali.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan rencana defisit 2022 memiliki arti penting sebagai langkah untuk mencapai konsolidasi fiskal, mengingat tahun 2023 defisit aanggaran diharapkan dapat kembali ke level paling tinggi 3% terhadap Produk Domestik Bruto.Ad

"Defisit anggaran tahun 2022 akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman dan dikelola secara hati-hati, dengan menjaga keberlanjutan fiskal," kata Jokowi.

4. DPR Kritisi Disiplin Fiskal Dalam RAPBN 2022

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin menilai arsitektur APBN memang perlu akomodatif. Tetapi pemerintah seharusnya tetap harus mempertimbangkan target disiplin fiskal pada 2023 dengan defisit maksimal 3 persen sesuai ketentuan UU.

"Maka, kerangka APBN 2022 ini menjadi sangat krusial dan perlu didesain dengan cermat dan terukur. Kita juga perlu optimalkan kinerja penerimaan perpajakan dengan tetap memperhatikan kondisi pemulihan ekonomi. Begitupun kualitas belanja pemerintah yang juga harus ditingkatkan, termasuk pengelolaan pembiayaan yang perlu dilakukan secara prudent,โ€ ujar Puteri.

Dia ini juga berkomitmen untuk melakukan pembahasan RUU ini secara komprehensif.

โ€œBersama mitra kerja di Komisi XI, kami akan membahas secara rinci dan hati-hati terkait berbagai program maupun kegiatan beserta pagu anggaran yang diusulkan dalam RAPBN 2022. Karena kita berharap belanja pemerintah ini dilakukan secara efisien dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,โ€ kata Puteri

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini