Jumlah Investor Meroket, Masyarakat Yogyakarta Cari Cuan di Pasar Modal

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 23 Agustus 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 278 2459678 jumlah-investor-meroket-masyarakat-yogyakarta-cari-cuan-di-pasar-modal-9g5XUP3pmo.jpg BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan jumlah investor pasar modal di Yogyakarta hingga Juli 2021 mencapai 93.373 investor atau bertambah 2.187 investor dari bulan sebelumnya.

”Walau terdampak pandemi Covid-19, jumlah investor di DIY mengalami peningkatan yang cukup signifikan," kata Kepala Kantor Perwakilan BEI DIY, Irfan Noor Riza seperti dikutip Harian Neraca, Senin (23/8/2021).

Disampaikannya, rata-rata peningkatan jumlah investor di DIY sejak Januari hingga Juni 2021 mencapai 3.845 investor per bulan. Tren penambahan tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2020 yang hanya naik sebesar 793 investor per bulan.

Baca Juga: 10 Kebijakan Terbaru OJK Jaga Kinerja Pasar Modal

Situasi pandemi Covid-19, menurut dia, tidak menyurutkan minat investor untuk bertransaksi di pasar modal. Berdasarkan data BEI DIY, transaksi pasar modal di daerah ini juga mengalami peningkatan hingga mencapai Rp5,2 triliun per bulan.

Dirinya meyakini, minat masyarakat DIY untuk berinvestasi di pasar modal terus meningkat seiring dengan inovasi beragam program edukasi yang terus digencarkan BEI DIY.

Baca Juga: IPO, GTS Internasional Bidik Dana Segar hingga Rp429 Miliar

”Kami optimistis pertumbuhannya akan lebih meningkat lagi, dan InsyaAllah target kami jumlah investor di DIY di akhir 2021 nanti bisa mencapai 102.000 investor," kata dia.

Dia menilai, pemberlakuan PPKM level 4 yang kembali diperpanjang sampai 23 Agustus 2021 tidak banyak berpengaruh terhadap pasar modal di Indonesia, apalagi perpanjangan PPKM kali ini diikuti dengan sejumlah pelonggaran.

”Ini tentunya merupakan angin segar dan harapan bagi investor, bahwa tidak akan lama lagi PPKM akan dilepas karena kasus Covid-19 sudah mulai turun dan ini akan menjadi sebuah sentimen positif," ujar Irfan.

Sebelumnya, BEI memperkirakan tahun ini perdagangan saham di pasar akan mengalami perkembangan pesat. Bahkan berdasarkan proyeksi BEI tingkat kepercayaan pelaku pasar akan terkerek meningkat tajam dibandingkan tahun lalu hingga level 6.800 sampai 7.000 pada akhir Desember 2021 mendatang.

Tahun ini adalah tahun investasi saham karena menjadi pilihan investasi di masa pandemi. Dimana neberapa katalis positif akan mendorong pasar modal di tahun 2021 ini, mulai dari pandemi Covid-19 yang bisa diatasi pemerintah, tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang rendah, dan stimulus fiskal pemerintah utk mendorong ekonomi lebih baik.

Pandemi sendiri juga menjadi berkah karena membuat masyarakat tersadar arti pentingnya berinvestasi khususnya berinvestasi di pasar modal. Selain itu, masyarakat mempunyai banyak waktu untuk belajar berinvestasi seiring dengan protokol-protokol yang diberlakukan misal, PSBB dan WFH.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini