Disebut Ilusi, Ini Pembelaaan Sri Mulyani soal Pertumbuhan Ekonomi Tak Pernah Capai Target

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 23 Agustus 2021 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 23 320 2459825 disebut-ilusi-ini-pembelaaan-sri-mulyani-soal-pertumbuhan-ekonomi-tak-pernah-capai-target-kihK0vhHs6.jpg Sri Mulyani soal Pertumbuhan Ekonomi Tak Pernah Capai Target (Foto: Instagram/@smindrawati)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pembelaan saat ditanya kenapa pertumbuhan ekonomi tidak pernah capai target APBN.

Hal ini dijawab Sri Mulyani ketika Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI mempertanyakan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tidak pernah mencapai target setiap tahunnya di APBN.

Pertanyaan ini dilontarkan Anggota DPR Komisi XI Fraksi Partai PDIP Hendrawan Supratikno yang mana ditakutkan akan terjadi ilusi fiskal.

"Kenapa kita tidak pernah mencapai target di APBN untuk pertumbuhan ekonomi? Apakah ini bisa terjadi ilusi fiskal," tanya Hendrawan saat rapat dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/8/2021).

Menanggapi hal ini, Sri Mulyani mengatakan dalam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi ini berdasarkan dari akurasi pertumbuhan suplai dan demand. Adapun, pemerintah terus bekerja keras agar pertumbuhan ekonomi selalu tercapai

"Dalam mengestimasi pertumbuhan ekonomi ini lihat dari growth agregat suplai dan demand kita lihat akurasinya kita lakukan kalibrasi setiap negara dan institusi. Kita selalu berusaha keras agar tercapai," katanya.

Dia pun melihat estimasi pertumbuhan ekonomi dari kalkulasi lembaga keuangan dunia seperti Bank Dunia dan ADB serta IMF. Adapun, kalkulasi pertumbuhan ekonomi selalu berubah tergantung kebijakan dan kondisi yang terjadi.

"Ini tergantung dari sisi data dan estimate apa dan apa hubungannya dengan psikologisnya," katanya.

Menurutnya, pemulihan ekonomi nasional tertahan akibat adanya peningkatan kasus Covid-19 di semester II-2021. Kondisi ini terjadi setiap kali mobilitas masyarakat mengalami peningkatan, sehingga harus kembali ditahan agar penyebaran virus bisa lebih dikendalikan.

"Setiap kali Covid-nya naik, maka menunjukkan agregat mobilitas masyarakat harus direm dan mobilitas direm ini akan membuat aktivitas ekonomi akan menurun," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini