Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2026

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 27 Januari 2026 |20:14 WIB
Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2026
Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa dipacu lebih tinggi pada 2026. Pemerintah menargetkan ekonomi nasional mampu menembus level 6 persen, keluar dari tren pertumbuhan 5 persen yang selama ini membayangi. 

Optimisme itu didasarkan pada membaiknya kinerja domestik, ruang kebijakan yang masih longgar, serta dorongan belanja pemerintah dan masyarakat.

“Saya ingin mendorong terus ekonomi tahun ini ke arah 6 persen dengan berbagai cara. Kalau itu terjadi, kita sudah mengalami breakout dari kutukan 5 persen dan bisa tumbuh lebih cepat lagi,” ujarnya Purbaya di Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Purbaya mengatakan, pada triwulan I-2026 ekonomi Indonesia diperkirakan sudah tumbuh sekitar 5,5 persen. Menurutnya, percepatan belanja pemerintah akan mulai terasa sejak awal tahun. Selain itu, momentum Lebaran yang jatuh pada Maret 2026 diyakini akan mendorong konsumsi masyarakat secara signifikan. 

Menurut Purbaya, dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6 persen ini, akan membuka prospek ekonomi yang lebih baik dalam jangka menengah.

Dari sisi domestik, Purbaya menilai kondisi fundamental masih cukup sehat. Inflasi tercatat rendah, yakni 2,92 persen pada Desember 2025. Sementara itu, inflasi inti berada di kisaran 2,3 persen. Jika komponen harga emas dikeluarkan, inflasi bahkan hanya sekitar 1,5 persen. 

“Ini menunjukkan permintaan domestik sebenarnya masih relatif rendah,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Purbaya melihat pemerintah memiliki ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat tanpa harus khawatir pada lonjakan suku bunga acuan. 

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement