Literasi Keuangan Rendah, Pelajar Perlu Dibekali Pelajaran Investasi

Antara, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 622 2460389 literasi-keuangan-rendah-pelajar-perlu-dibekali-pelajaran-investasi-hfWCpmGVMr.jpg Pelajar Mesti Dibekali Ilmu Investasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA- Pelajar perlu dibekali pemahaman keuangan yang memadai, karena termasuk dalam kategori pelaku ekonomi yang sangat strategis. Di mana jumlah pelajar sekitar 65 juta atau 25% dari total penduduk Indonesia.

"Selain itu survei OJK 2019 menunjukkan bahwa para pelajar umumnya memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan yang relatif rendah. Tingkat literasi keuangan penduduk berusia 15-17 tahun hanya 16% atau jauh di bawah tingkat literasi keuangan nasional sebesar 38%," ujar Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara, dikutip dari Antara, Selasa (24/8/2021).

Senada dengan tingkat literasi, tingkat inklusi keuangan penduduk berusia 15-17 tahun tersebut juga relatif rendah, yaitu 58% atau jauh di bawah tingkat inklusi keuangan nasional sebesar 76%.

Baca Juga: 4 Cara Memilih Reksa Dana Saham

Para pelajar juga lebih rentan dari sisi keuangan karena belum memahami pentingnya menabung atau berinvestasi, termasuk menyiapkan dana darurat serta mudah dipengaruhi tawaran influencer di media sosial.

"Oleh karena itu, gerakan menabung untuk pelajar merupakan hal yang sangat krusial," kata Tirta.

Tirta menyampaikan OJK bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Kementerian Agama (Kemenag), dan industri perbankan terus mendorong program peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi kelompok pelajar melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Baca Juga: Beli Saham Jangan Cuma Ikut-ikutan

Pada Agustus ini program tersebut dikemas dalam rangkaian kegiatan KEJAR Prestasi Anak Indonesia (KREASI) yang acara puncaknya digelar secara virtual pada Selasa ini dan diikuti 1.000 pelajar dari sejumlah sekolah di beberapa daerah.

Kegiatan KREASI yang berlangsung selama Agustus 2021 di seluruh wilayah Indonesia dengan tema ”Satu Rekening Satu Pelajar, Wujudkan Impian Anak Indonesia” dilakukan dalam berbagai bentuk pembukaan rekening, edukasi keuangan, dan sosialisasi Program Kejar sebanyak 504 kegiatan, webinar, dan perlombaan bagi pelajar.

Program KEJAR merupakan salah satu bentuk implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung, yang memiliki tujuan agar setiap pelajar di Indonesia memiliki rekening sehingga budaya menabung di Lembaga Jasa Keuangan (LJK) formal dapat dilakukan sejak dini.

Pemerintah juga telah mencanangkan Program Aksi Indonesia Menabung melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif sebagai langkah strategis yang memberikan manfaat yang besar dan mendorong masyarakat untuk menabung di lembaga jasa keuangan formal.

Pada tahun 2021 ditargetkan 70% pelajar di Indonesia memiliki rekening tabungan, dan data sampai dengan triwulan II 2021, tercatat sebanyak 40,8 juta (63,14% ) pelajar di Indonesia telah memiliki rekening tabungan dengan total nominal sebesar Rp26,3 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini