Wapres: Industri UMKM Halal Jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Indonesia

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 25 Agustus 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 320 2460817 wapres-industri-umkm-halal-jadi-kunci-akselerasi-ekonomi-syariah-indonesia-X0dQqWgNhy.jpg Wapres Ma'ruf Aminsoal UMKM Halal (Foto: Setwapres)

JAKARTA - Pemerintah memulai pengembangan UMKM industri halal. Wakil Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Harian KNEKS Ma’ruf Amin mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah penting sebagai upaya memaksimalkan kontribusi ekonomi syariah di sektor bisnis, utamanya UMKM industri halal dalam penguatan ekonomi nasional paska pandemi Covid-19.

Perluasan dan pengembangan sektor usaha syariah merupakan salah satu dari empat fokus pengembangan ekonomi syariah dengan pelaku utama UMKM.

“Oleh karenanya, UMKM adalah kunci dalam mengakselerasi ekonomi syariah Indonesia yang harus diperhatikan, dijaga dan dikembangkan secara serius oleh kita bersama. Untuk itu diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat untuk mengakselerasi pengembangan UMKM industri halal, juga tidak kalah penting adanya kemitraan dari usaha besar yang saling menguntungkan,” tutur Ma'ruf di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Manfaat Dana PEN untuk UMKM

Sejalan dengan Ketua Harian KNEKS, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berharap penguatan UMKM industri halal akan menjadikan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, karena industri halal menjadi sumber pertumbuhan baru ekonomi nasional.

"Kemenkop UKM telah membantu UMKM melalui berbagai inisiatif, antara lain Smesco Center of Excellent, Satgas Percepatan UMKM, dan penyederhanaan perizinan. Selain itu, kami bersama dengan stakeholder terkait bersama-sama memfasilitasi ekspor untuk pemenuhan kebutuhan haji, menyalurkan pembiayaan syariah ke BMT dan Koperasi Pondok Pesantren, serta mengembangkan Platform BMT 4.0, Dashboard Pelaporan Data Institusi Keuangan Mikro Syariah dan kajian fungsi sosial BMT," terang Teten.

Sinergi akselerasi UMKM Industri Halal berbasis digital sejalan dengan program Kemenkop UKM yaitu transformasi digital UMKM dengan pendekatan ekosistem yang didukung oleh berbagai pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan yang sama, Halim Alamsyah selaku Tenaga Ahli Menteri Keuangan Bidang Keuangan Syariah dalam sambutannya menjelaskan bahwa sektor UMKM akan menjadi salah satu sektor yang paling pertama dan paling rentan terkena dampak dari pembatasan aktivitas manusia dalam bertransaksi ekonomi, terlebih di era pandemi Covid-19 ini.

"Oleh karena itu, pemerintah menyediakan program pembiayaan kepada UMKM, antara lain melalui klaster khusus UMKM dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, serta RAPBN 2022 yang menjadikan tema UMKM sebagai bagian dari program perlindungan sosial untuk memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat serta mengentaskan kemiskinan dan kerentanan, yang dilakukan melalui penguatan daya ungkit UMKM dan dunia usaha agar mampu bangkit kembali dan berdaya tahan," jelas Halim.

Selain hal di atas, diperlukan pula sinergi para pelaku usaha dalam menyediakan layanan untuk mempercepat pengembangan pelaku UMKM, khususnya di bidang industri halal. "Kick-off sinergi dan akselerasi melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Deklarasi Sinergi Akselerasi Penguatan UMKM dan Bisnis Industri Halal yang dilakukan oleh 13 unit organisasi baik swasta dan pemerintah diharapkan akan menjadi gerakan mewujudkan terbentuknya ekosistem UMKM Industri Halal nasional secara lebih terpadu dan terorkestrasi dengan baik," tambahnya.

Direktur Eksekutif Manajemen Eksekutif KNEKS Ventje Rahardjo menyampaikan bahwa Program Sinergi Akselerasi UMKM Industri Halal merupakan gerakan nyata yang akan mengorkestrasi inisiatif penguatan UMKM Industri Halal di Indonesia, sehingga implementasi bentuk sinergi berjalan dengan efisien dan efektif.

KNEKS di tahap pertama ini telah memfaslitasi 13 Lembaga/Perusahaan untuk saling bersinergi satu sama lain dalam 28 Bentuk Sinergi yang akan diimplementasikan secara bertahap oleh para pihak terkait. “Kick-off ini merupakan langkah awal untuk membangun berbagai sinergi. KNEKS akan memfasilitasi berbagai pihak untuk membangun sinergi antar Pemangku Kepentingan yang akan mengakselerasi UMKM Industri Halal,” katanya.

Sekadar informasi, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dan para pelaku usaha melaksanakan acara "Kick-off Sinergi Akselerasi Pengembangan UMKM Industri Halal”.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung percepatan pengembangan ekonomi syariah melalui gerakan sinergi para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi UMKM Industri Halal yang berbasis ekosistem digital.

Sinergi para pemangku kepentingan tersebut diwujudkan dalam 28 aspek yang antara lain meliputi pelatihan dan literasi halal untuk pelaku UMKM Industri Halal, kerja sama layanan digital banking syariah, pelatihan tenaga pendamping proses produk halal (PPH), fasilitasi transaksi ekspor, serta aktivitas lainnya yang berdampak signifikan pada pengembangan industri halal Indonesia.

Salah satu poin kerjasama tersebut adalah penggunaan 8 Modul Dasar Pembinaan UMKM Industri Halal yang diluncurkan pada kesempatan ini. Seluruh aspek kerjasama tersebut tertuang dalam memorandum of understanding yang ditandatangani oleh pimpinan kementerian/lembaga serta pelaku usaha yang terlibat dalam pilot project Sentra UMKM Industri Halal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini