Sementara indikator lainnya untuk ketahanan eksternal, yakni cadangan devisa juga terjaga dengan pencapaian 137 miliar dolar AS.
Ke depannya, kata Menko Airlangga, pemerintah tetap mengutamakan kebijakan pengendalian COVID-19 sebagai prasyarat pemulihan ekonomi. Maka dari itu, pemerintah juga telah menambah anggaran penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi Rp744,7 triliun pada 2021. Kementerian Keuangan juga memprioritaskan anggaran kesehatan dan perlindungan sosial pada 2021 dan 2022.
Pada 2022 pemerintah berkomitmen untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5-5,5 persen (yoy).
Beberapa strategi pemerintah ke depan, antara lain, menurut Menko Airlangga, adalah menerapkan Undang-Undang Cipta Kerja, yang salah satunya adalah dengan meluncurkan sistem pengurusan perizinan berbasis risiko (OSS).
Selain itu pemerintah juga sudah mendirikan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) untuk meningkatkan dan mengoptimalkan investasi yang dikelola dalam jangka panjang sehingga dapat mendukung pembiayaan pembangunan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.