Share

5 Fakta Sri Mulyani Yakin Bisa Bayar Utang Rp6.554 Triliun

Dani Jumadil Akhir, Okezone · Sabtu 28 Agustus 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 320 2461934 5-fakta-menarik-sri-mulyani-yakin-bisa-bayar-utang-rp6-554-triliun-8kRBgQcW65.jpg Sri Mulyani Yakin Bisa Bayar Utang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani yakin bisa membayar utang pemerintah yang mencapai ribuan triliunan Rupiah. Syaratnya warga di Indonesia patut membayar pajak, karena dengan pajak bisa melunasi utang pemerintah.

Tercatat, hingga akhir Juni 2021, utang pemerintah Rp6.554,56 triliun atau 41,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Utang ini terdiri dari SBN Rp5.711,79 triliun dan pinjaman baik dalam dan luar negeri sebesar Rp842,76 triliun.

Berikut fakta-fakta menarik soal Sri Mulyani bisa membayar utang seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (28/8/2021).

 

1. Utang Meningkat di Tengah Pandemi

Sri Mulyani mengakui utang meningkat di tengah pandemi Covid-19 ditambah penerimaan negara merosot.

2. Bisa Bayar Utang dengan Pajak

Menteri Keuangan Sri Mulyani yakin bisa membayar uang pemerintah yang kini mencapai Rp6.554,56 triliun hingga akhir Juni 2021. Utang sebesar itu bisa dilunasi jika pemerintah bisa mengumpulkan pajak dari yang dibayar masyarakat.

"Meskipun kita menghadapi pandemi dan penerimaan negara kita merosot, oleh karena itu kita masih harus mengalami defisit dan berutang, namun kita yakin bisa membayar lagi apabila penerimaan pajak bisa dikumpulkan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

3. Penggunaan Pajak

Pajak juga digunakan untuk membangun berbagai hal lain yang juga penting. Salah satunya pembangunan infrastruktur.

"Selama ini kita selalu membicarakan hasil pajak seolah-olah untuk bidang yang mudah dilihat seperti membangun infrastruktur, membangun sekolah. Namun sebetulnya pajak juga membangun berbagai hal yang luar biasa penting, termasuk dukungan untuk seluruh para pendidik di Indonesia baik di sekolah negeri, sekolah madrasah, itu semua mendapat dukungan dari pajak," katanya.

Pajak juga memiliki peranan sangat penting untuk pembangunan Rumah Sakit (RS), sistem kenegaraan, serta termasuk untuk Pemilu dan Pilkada. Seluruh penyelenggaraan negara itu dibiayai oleh pajak.

4. Peran Pajak Atasi Covid-19

Adapun, peran besar penerimaan pajak negara dalam menghadapi pandemi Covid-19, dan selama pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pada tahun ini, pemerintah mengalokasikan Rp214,95 triliun untuk sektor kesehatan, yang diantaranya untuk pengadaan vaksin, program vaksinasi, penguatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), insentif tenaga kesehatan, dan bantuan biaya perawatan pasien.

"Semuanya adalah belanja perlindungan sosial yang mencapai lebih Rp186 triliun, dan itu adalah uang hasil penerimaan pajak kita," tandasnya.

5. Total Utang per Juni 2021

Sekadar informasi, hingga akhir Juni 2021, utang pemerintah Rp6.554,56 triliun atau 41,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Utang ini terdiri dari SBN Rp5.711,79 triliun dan pinjaman baik dalam dan luar negeri sebesar Rp842,76 triliun.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini