Share

Orang Kaya Masih Tahan Duit untuk Belanja

Rina Anggraeni, Sindonews · Senin 30 Agustus 2021 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 320 2463461 orang-kaya-masih-tahan-duit-untuk-belanja-7PTvZBuO1j.jpg Orang Kaya Masih Tahan Uang untuk Belanja. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi masyarakat kelompok menengah ke atas pada Maret 2020 terhadap Maret 2021 relatif lambat dibandingkan Maret 2019 terhadap Maret 2020.

Kepala BPS Margo Yuwonk mengatakan, adanya kehati-hatian untuk memperhatikan konsumsi rumah tangga tersebut, mengingat konsumsi rumah tangga adalah salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Penerapan Pajak Karbon Jadi Alat Menuju Indonesia Emas 2045

“Artinya kelompok menengah ke atas itu menahan belanjanya sambil melihat kondisi bagaimana di tingkat kesehatanya,” kata Margo dalam rapat dengan DPR, Seni (30/8/2021)

Kata dia, perlu adanya perhatian bagaimana mendorong spending masyarakat menengah ke atas. Saat ini inflasi inti konsumsi rumah tangga ini disebabkan karena adanya pembelian yang terbatas.

Baca Juga: Sri Mulyani Bersyukur Kasus Covid-19 Turun tapi Tetap Waspada

“Untuk itu pemerintah perlu memperhatikan bagaimana pergerakan inflasi inti ini, karena penting untuk melihat pergerakan daya beli masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia pada Juli 2021 mencapai USD17,70 miliar, turun 4,53% dibanding ekspor Juni 2021 yang sebesar USD18,54 miliar (month-to-month/mtm). Namun jika dibandingkan dengan Juli 2020 yang sebesar USD13,69 miliar, terjadi peningkatan sebesar 29,32% (year-on-year/yoy).

Adapun, penurunan ekspor secara bulanan ini lebih disebabkan oleh faktor musiman. Pasalnya di Juni 2021 sempat terjadi peningkatan ekspor yang cukup tinggi setelah bulan sebelumnya mengalami penurunan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini