Harga Minyak Brent dan WTI Menguat Jelang Pertemuan OPEC

Antara, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 320 2463629 harga-minyak-brent-dan-wti-menguat-jelang-pertemuan-opec-pzw51abQtr.jpg Harga Minyak Dunia Naik. (Foto: Okezone.com/SKK Migas)

NEW YORK - Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat. Setelah mencatat harga yang solid selama seminggu.

Harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober naik 47 sen menjadi USD69,21 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 71 sen menjadi USD73,41 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik Jadi USD72,70/Barel

Kenaikan harga minyak terjadi saat Badai Ida melemah menjadi badai tropis. Hal ini menyebabkan penangguhan operasi minyak di Pantai Teluk AS. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (31/8/2021). 

Para investor juga menanti pertemuan negara-negara produsen utama, di mana Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) diperkirakan akan bertemu pada Rabu 1 September 2021 dan membahas strategi produksi mereka.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Terus, Investor Khawatir Virus Varian Delta

Sementara itu, pada akhir pekan kemarin atau Jumat 27 Agustus 2021, patokan minyak mentah AS melonjak 10,6% sementara Brent melonjak 11,5%.

Sebelumnya, Harga minyak naik pada perdagangan Jumat. Hal ini menyusul badai tropis ataupun kemungkinan badai lain, melanda Gulf Coast AS.

Indeks WTI (west texas intermediate) untuk pengangkutan Oktober naik USD1,32 menjadi USD68,74 per barel pada Bursa Perdagangan New York. Harga minyak mentah Brent untuk pengangkutan Oktober meningkat USD1,63 mendekati USD72,70 per barel di Bursa Berjangka ICE London.

Hal itu menyusul Badai Ida diperkirakan menimbulkan tanah longsor di sepanjang Gulf Coast bagian utara AS pada pekan ini.

"Badai tropis saat ini menghantam fasilitas minyak di Gurun Meksiko. Sejumlah perusahaan minyak mulai mengevakuasi minyak mereka dan menahan produksi," ujar Pengamat Energi Commerzbank Research Carsten Fritsch.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini