Dari Rugi, Kini Timah (TINS) Cetak Laba Rp270 Miliar

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 278 2464277 dari-rugi-kini-timah-tins-cetak-laba-rp270-miliar-XrmtoND9yy.jpg Laba PT Timah Turun. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Timah Tbk (TINS) mencetak laba pada kuartal II-2021. Pada laporan keuangan per 30 Juni 2021, TINS mencatatkan laba Rp270,05 miliar atau berbalik arah dibanding 30 Juni 2020 dengan rugi sebesar Rp390,07 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,87 triliun atau turun 26,90% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,03 triliun dengan laba per saham dasar Rp36.

Baca Juga: Ngebor di Laut, PT Timah Habiskan Rp10,2 Miliar

Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas penjualan ekspor dan penjualan lokal. Penjualan ekspor menjadi kontributor utama penjualan sebesar Rp5,27 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp7,63 triliun. Kemudian, penjualan lokal tercatat Rp595,18 miliar atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp392,53 miliar.

Adapun rincian pelanggan yang memiliki transaksi pendapatan lebih dari 10 persen dari jumlah pendapatan usaha berasal dari MIND ID Trading Pte Ltd sebesar Rp2,58 triliun.

Baca Juga: Pendapatan Turun, PT Timah Rugi Rp340,5 Miliar

TINS mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal II-2021 menjadi Rp4,74 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp7,81 triliun. Beban keuangan juga menurun menjadi Rp192,64 miliar dari sebelumnya Rp388,03 miliar.

Sementara itu, beban penjualan naik menjadi Rp67,10 miliar dari sebelumnya Rp55,27 miliar, serta beban umum dan administrasi naik menjadi Rp433,22 miliar dari sebelumnya Rp387,39 miliar.

Lalu, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp2,58 triliun, arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp305,28 miliar, dan arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp1,80 triliun.

Timah mencatatkan liabilitas sebesar Rp8,28 triliun dan ekuitas Rp5,25 triliun. Adapun total aset perseroan menurun menjadi Rp13,53 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp14,51 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini