Pertamina Patra Niaga Dapat Tugas Baru Distribusikan LPG 3 Kg

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 320 2464329 pertamina-patra-niaga-dapat-tugas-baru-distribusikan-lpg-3-kg-peGyuWS0TX.jpg Pertamina Patra Niaga Ditugasi Salurkan Gas Elpiji 3 Kg. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah menugaskan PT Pertamina (Persero) dan subholding PT Pertamina Patra Niaga dalam penyediaan dan pendistribusian isi ulang liquefied petroleum gas (LPG) tabung 3 kg pada 2021. Ini merupakan bagian dari restrukturisasi PT Pertamina yang menjadi holding migas.

Penyerahan Keputusan Menteri ESDM Nomor 150.K/MG.01/DJM/2021 tentang Perubahan Atas Kepmen ESDM Nomor 9.K/MG.01/DJM/2021 tentang Penugasan PT Pertamina Dalam Penyediaan dan Pendistribusian Isi Ulang Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tabung 3 Kg Tahun 2021, dilakukan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji kepada Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati di Gedung Ibnu Sutowo, Kuningan, Jakarta, Selasa (31/8.2021). Aturan ini berlaku mulai 1 September 2021.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Kompor Listrik Lebih Hemat, Emak-Emak Protes soal Tarif Listrik

Kepmen tersebut merupakan tindak lanjut terbitnya Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram dan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas untuk Kapal Penangkap Ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air Bagi Petani Sasaran.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji mengharapkan agar PT Pertamina dan PT Pertamina Patra Niaga dapat menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga kebutuhan LPG untuk masyarakat dapat terpenuhi.

"Kami harapkan Pertamina berkomitmen menjalankan tugas ini sebaik-baiknya," ujar Tutuka dalam siaran pers, Rabu (1/9/2021).

Baca Juga: Jangan Takut Kehabisan, Pasokan LPG Ditambah 3% Jelang Lebaran

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyampaikan terima kasih atas upaya cepat yang dilakukan Kementerian ESDM khususnya Ditjen Migas dalam menindaklanjuti Perpres Nomor 70 dan 71 tahun 2021, sehingga setelah adanya restrukturisasi PT Pertamina, maka penyediaan dan pendistribusian LPG 3 kg dilakukan oleh subholding Pertamina yaitu PT Pertamina Patra Niaga, bukan lagi oleh PT Pertamina (Persero).

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah dan menegaskan komitmen Pertamina untuk tetap menjalankan dan mendukung program-program, khususnya dalam penyediaan dan distribusi energi untuk hajat hidup orang banyak," ujar Nicke.

Nicke juga menegaskan, restrukturisasi di tubuh Pertamina tidak akan mengganggu pelaksanaan tugas dari pemerintah. Bahkan sebaliknya, restrukturisasi yang dilakukan dari hulu ke hilir ini menjadikan pelaksanaannya lebih efektif dan efisien. "Tidak perlu ada kekhawatiran. Malahan kami jamin ketersediaan, affordability (keterjangkauan) dan acceptability (penerimaan) menjadi KPI (Key Performance Indicators) kami," katanya.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih menambahkan, percepatan penyelesaian regulasi sebagai bagian dari restrukturisasi Pertamina merupakan hasil kerja sama dengan seluruh pihak-pihak terkait. Dia mengharapkan agar dokumen-dokumen pendukung lainnya yang dibutuhkan terkait pelaksanaan tugas oleh Pertamina Patra Niaga dapat segera disampaikan ke Ditjen Migas.

Sebagai informasi, sesuai Kepmen ESDM Nomor 150.K/MG.01/DJM/2021 tersebut, volume penyediaan dan pendistribusian isi ulang LPG 3 kg untuk rumah tangga, usaha mikro dan kapal perikanan bagi nelayan kecil tahun 2021 sebesar 7,5 juta metrik ton, sesuai alokasi kuota per kabupaten/kota yang ditetapkan oleh Dirjen Migas.

PT Pertamina (Persero) bertanggung jawab atas kelancaran pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian LPG 3 kg yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga. 

Sementara itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memberikan penugasan kepada PT Pertamina (Persero) dan Subholding Pertamina Patra Niaga untuk mendistribusikan Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

Kepala BPH Migas Erika Retnowati meminta PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga selaku Pelaksana Penugasan Penyediaan dan Pendistribusian JBT dan JBKP 2018 sampai dengan 2022, agar dapat melaksanakan distribusi BBM secara bertanggung jawab dan tepat sasaran.

Selain itu, Erika meminta Pertamina untuk mempercepat penyediaaan dan pendistribusian BBM yang ramah lingkungan dengan kadar oktan yang direkomendasikan.

Sesuai dengan amanat Pasal 46 ayat (2) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, bahwa fungsi utama dari BPH Migas yaitu melakukan pengaturan agar ketersediaan dan distribusi BBM dan Gas Bumi yang ditetapkan Pemerintah dapat terjamin diseluruh wilayah NKRI dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.

"Selamat melaksanakan penugasan, dan kami berharap dapat melaksanakan penugasan ini dengan baik dan juga mohon dijaga agar penyediaan dan pendistribusian JBT dan JBKP ini dapat tetap sasaran, itu harapan kami dan juga kepada Pertamina meskipun penugasan ini akan dilaksanakan oleh PT Pertamina Patra Niaga sebagai subholding Pertamina tetap bertanggung jawab atas penugasan ini," ujar Erika dalam keterangan tertulis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini