PLN Dapat Uang Negara Rp5 Triliun, untuk Apa?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 320 2464418 pln-dapat-uang-negara-rp5-triliun-untuk-apa-P0VMGTfH2I.jpg Candi Borobudur Merupakan Salah Satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp5 triliun. Salah satu pemanfaatan PMN digunakan untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 682,69 miliar.

Dana PEN tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di lima destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, pemerintah menegaskan pihaknya untuk menyelenggarakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sesuai permintaan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi dan Kementerian ESDM terkait percepatan pembangunan lima DPSP.

Baca Juga: 4 Fakta Erick Thohir Minta PLN Stop Proyek Aneh

Karena itu, terdapat lima DPSP berupa Labuan Bajo, Likupang, Mandalika, Danau Toba, dan Borobudur yang masuk dalam alokasi program PMN PLN 2022.

"PMN Anggaran Tahun 2022 untuk program PEN Rp682,69 miliar. Tadi kami sampaikan untuk percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan lima destinasi pariwisata super prioritas yang direncanakan akan beroperasi di tahun 2022," ujar Zulkifli dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, Rabu (1/9/2021).

Baca Juga: Ingat! Ini Bahaya Main Layangan Dekat Jaringan Listrik

Selain untuk PEN, PMN senilai Rp 5 triliun pun dialokasikan perseroan untuk sejumlah proyek kelistrikan di tahun depan. Seperti, biaya belanja modal untuk transmisi dan distribusi, termasuk di dalamnya pelaksanaan program listrik desa (lisdes), pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) untuk menunjang program lisdes.

Kemudian, investasi untuk pengembangan transmisi terkait evakuasi daya pembangkit, penurunan BPP, mengatasi kerawanan sistem, sehingga meningkatkan penjualan.

Selanjutnya, investasi pada fungsi transmisi untuk mendukung evakuasi baru pembangkit-pembangkit baru milik PLN maupun IPP ke konsumen.

"Selain itu, investasi di sisi distribusi dilakukan untuk mendukung peningkatan penjualan kepada pelanggan baru," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini