Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gubernur BI Ungkap 4 Tantangan Bank, Apa Saja?

Michelle Natalia , Jurnalis-Kamis, 02 September 2021 |14:18 WIB
Gubernur BI Ungkap 4 Tantangan Bank, Apa Saja?
Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, mengungkapkan 4 tantangan bank sentral dalam menghadapi peradaban baru akibat pandemi Covid-19. Pertama, resiliensi. Apa dan bagaimana upaya mempercepat pemulihan ekonomi dan mendorong perekonomian menjadi lebih kuat dan resilien. Kedua, digitalisasi.

Akselerasi ekonomi dan keuangan digital nasional yang menjadi game-changer selama pandemi, serta digitalisasi di berbagai bidang lainnya.

Ketiga, inklusi, yaitu perlunya akselerasi inklusi ekonomi dan keuangan, khususnya pada UMKM dan sektor pertanian melalui klasterisasi, kewirausahaan, akses pembiayaan, dan digitalisasi. Keempat, ekonomi hijau (green economy).

Baca Juga: BI : Rasio Pembiayaan Bank Minimal 20% pada 2022

"Tekanan untuk ramah lingkungan yang semakin tinggi perlu direspons melalui kebijakan reformasi struktural maupun digitalisasi," kata Perry di Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Lebih lanjut Gubernur Perry menyampaikan respons BI terhadap masing-masing tantangan tersebut. Pertama, implementasi bauran kebijakan bank sentral (Central Bank Policy mix) akan terus berlanjut, tidak hanya terkait kebijakan suku bunga , tetapi juga untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Baca Juga: Berdampingan dengan Covid-19, Gubernur BI: Ekonomi RI Harus Berdaya Tahan Kuat

Kedua, BI terus mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan dengan terus mendukung akselerasi digital banking, fintech, ecommerce, dan industri sistem pembayaran. Ketiga, berkoordinasi dengan Pemerintah dalam memperkuat pemulihan ekonomi, antara lain mendukung dan mempromosikan UMKM. Untuk mendukung hal tersebut, BI tidak hanya melakukan pengembangan UMKM tapi juga program onboarding untuk mendukung UMKM Go Digital.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement