JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tak hanya mengandalkan kebijakan suku bunga acuan dalam menghadapi kemungkinan perubahan kebijakan pengurangan likuiditas alias tapering Bank Sentral AS, The Fed pada tahun ini.
"Kami juga melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dalam menghadapi tapering Fed dan global spillover," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dilansir dari Antara, Kamis (2/9/2021).
Baca Juga: BI : Rasio Pembiayaan Bank Minimal 20% pada 2022
Dia menilai, efisiensi nilai tukar rupiah dan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tidak bisa dilihat hanya dengan teori saja di tengah keadaan yang sangat kompleks dan ketidakpastian pasar saat ini.
Maka dari itu, BI perlu mengintervensi pasar domestik melalui spot, Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), dan pembelian SBN di pasar sekunder.
Baca Juga: 4 Fakta Uang Logam Emas Bisa Ditukar Dapat Rp750.000
"Semua ini telah kami pelajari dari krisis-krisis yang lalu," ungkap Perry.
Dengan seluruh kebijakan moneter tersebut, Perry optimistis stabilisasi ekonomi akan lebih baik, sehingga menuju ekonomi berdaya tahan dalam menghadapi tapering Fed nantinya.