Hadapi Tapering The Fed, Gubernur BI Tak Hanya Andalkan Bunga Acuan

Antara, Jurnalis · Kamis 02 September 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 320 2465116 hadapi-tapering-the-fed-gubernur-bi-tak-hanya-andalkan-bunga-acuan-SWvua8q18O.jpeg Bank Indonesia bersiap hadapi kemungkinan tapering The Fed (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tak hanya mengandalkan kebijakan suku bunga acuan dalam menghadapi kemungkinan perubahan kebijakan pengurangan likuiditas alias tapering Bank Sentral AS, The Fed pada tahun ini.

"Kami juga melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dalam menghadapi tapering Fed dan global spillover," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dilansir dari Antara, Kamis (2/9/2021).

Baca Juga:  BI : Rasio Pembiayaan Bank Minimal 20% pada 2022

Dia menilai, efisiensi nilai tukar rupiah dan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tidak bisa dilihat hanya dengan teori saja di tengah keadaan yang sangat kompleks dan ketidakpastian pasar saat ini.

Maka dari itu, BI perlu mengintervensi pasar domestik melalui spot, Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), dan pembelian SBN di pasar sekunder.

Baca Juga: 4 Fakta Uang Logam Emas Bisa Ditukar Dapat Rp750.000

"Semua ini telah kami pelajari dari krisis-krisis yang lalu," ungkap Perry.

Dengan seluruh kebijakan moneter tersebut, Perry optimistis stabilisasi ekonomi akan lebih baik, sehingga menuju ekonomi berdaya tahan dalam menghadapi tapering Fed nantinya.

Selain itu, kebijakan makroprudensial BI juga direlaksasi dalam menghadapi situasi saat ini karena kebijakan moneter tak bisa berdiri sendirian, melalui pelonggaran rasio Loan to Value (LTV) dan lainnya.

"BI juga terus menguatkan koordinasi dengan pemerintah agar ekonomi berdaya tahan, tidak hanya untuk stabilisasi namun juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Perry.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini