Harga Minyak Dunia Balik Menguat Didukung Penurunan Stok AS

Antara, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 320 2465406 harga-minyak-dunia-balik-menguat-didukung-penurunan-stok-as-WKhGHfaZS8.jpg Harga Minyak Dunia Naik. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Harga minyak dunia balik menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat. Harga minyak menguat didukung penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat, tapi sedikit tertahan karena keputusan kebijakan produksi OPEC+.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah USD1,40 menjadi USD69,99 per barel di New York Mercantile Exchange.

Baca Juga: Harga Minyak Flat Sikapi Keputusan OPEC Meningkatkan Produksi

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November naik USD1,44 menjadi USD73,03 per barel di London ICE Futures Exchange. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (3/9/2021).

Penurunan stok minyak mentah AS berkontribusi nyata pada kenaikan harga minyak. Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat persediaan minyak mentah AS jatuh 7,2 juta barel selama pekan yang berakhir 27 Agustus.

Baca Juga: Harga Minyak Turun, Brent Dibanderol USD72,9/Ounce

Menurut EIA, total persediaan bensin meningkat 1,3 juta barel pekan lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan turun 1,7 juta barel.

Selain itu, meningkatnya infeksi Virus Corona dapat membatasi permintaan di Amerika Serikat dalam beberapa minggu mendatang, bersama dengan penurunan musiman setelah musim mengemudi musim panas berkurang.

Sementara itu, para pedagang terus mencerna keputusan produsen minyak utama tentang kebijakan produksi.
Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal luas sebagai OPEC+ sepakat untuk melanjutkan penambahan produksi bulanan sebesar 400.000 barel per hari.
"OPEC+ masih yakin bahwa pasar minyak akan tetap kekurangan pasokan hingga akhir tahun karena meningkatnya permintaan, dan karena itu akan membutuhkan pasokan tambahan. Dengan kata lain, semuanya masih akan direncanakan sejauh menyangkut bulan-bulan mendatang," Analis Energi Commerzbank Research, Carsten Fritsch. 

Sementara itu, para pedagang terus mencerna keputusan produsen minyak utama tentang kebijakan produksi.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal luas sebagai OPEC+ sepakat untuk melanjutkan penambahan produksi bulanan sebesar 400.000 barel per hari.

"OPEC+ masih yakin bahwa pasar minyak akan tetap kekurangan pasokan hingga akhir tahun karena meningkatnya permintaan, dan karena itu akan membutuhkan pasokan tambahan. Dengan kata lain, semuanya masih akan direncanakan sejauh menyangkut bulan-bulan mendatang," Analis Energi Commerzbank Research, Carsten Fritsch. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini