Harga Emas Turun 0,25%, Padahal Dolar AS Melemah

Antara, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 320 2465412 harga-emas-turun-0-25-padahal-dolar-as-melemah-2iermiBNJM.jpg Harga Emas Turun. (Foto: Okezone.com)

CHICAGO - Harga emas kembali turun pada akhir perdagangan Kamis. Para investor mengabaikan pelemahan dolar AS dan fokus pada data penggajian non-pertanian yang akan dirilis Jumat waktu setempat.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, turun USD4,5 atau 0,25% menjadi USD1.811,50 per ounce.

Sehari sebelumnya, Rabu (1/9/2021), harga emas berjangka juga turun USD2,1 atau 0,12% menjadi USD1.816 per ounce, setelah melonjak USD5,9 atau 0,33% menjadi USD1.818,10 per ounce pada Selasa (31/8/2021).

"Pasar emas saat ini sedang berkonsolidasi dan tidak peduli tentang hal lain sampai jumlah pekerjaan muncul," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, dikutip dari Antara, Jumat (3/9/2021).

Baca Juga: Emas Antam Turun Rp2.000, Cek Harganya di Sini

"Tetapi jika ada penurunan yang lebih besar dalam dolar, emas mungkin memiliki beberapa jenis tawaran," tambah Streible.

Investor emas sekarang ini tidak terlalu memperhatikan penurunan dolar. Emas biasanya naik ketika dolar melemah karena membuat emas lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Pelaku pasar juga mengambil data yang menunjukkan lebih sedikit orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran minggu lalu, meskipun ada lonjakan infeksi baru Covid-19.

Baca Juga: Harga Emas Turun Tipis pada Level USD1.812/Ounce

Data tersebut muncul setelah Simposium Kebijakan Ekonomi tahunan Jackson Hole, di mana Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pemulihan di pasar tenaga kerja akan menentukan kapan bank sentral mulai memperlambat pembelian asetnya.

Analis pasar berpendapat bahwa komentar Powell telah membuat laporan pekerjaan bulanan AS sangat penting karena data tersebut dapat meletakkan dasar untuk pertemuan Federal Reserve akhir bulan ini.

Harga emas sangat sensitif terhadap penurunan suku bunga, yang menurunkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Harga emas perlu mencoba dan mendorong ke arah tertinggi yang kita lihat pada Agustus, sekitar 1.830 dolar, tetapi untuk saat ini, mungkin tidak akan melihat banyak pergerakan menjelang angka penggajian," kata Kepala Analis Pasar CMC Markets UK, Michael Hewson.

Laporan penggajian non-pertanian Departemen Tenaga Kerja AS untuk Agustus diperkirakan menunjukkan 728.000 pekerjaan diciptakan, menurut jajak pendapat Reuters.

Harga logam mulia lainnya, p​​​​erak untuk pengiriman Desember turun 30,3 sen atau 1,25% menjadi USD23,918 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober melemah USD5,4 atau 0,54% menjadi USD994,2 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini