Tak Puas Kontribusi BUMN ke Negara Rp3.290 Triliun, Erick Thohir Introspeksi Diri

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 320 2465703 tak-puas-kontribusi-bumn-ke-negara-rp3-290-triliun-erick-thohir-introspeksi-diri-h3WJVzhDzV.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan pihaknya belum merasa puas dengan kontribusi perusahaan pelat merah ke negara. Meski, sepanjang 10 tahun terakhir perseroan mencatatkan kontribusinya sebesar Rp3.290 triliun, pemegang saham meminta adanya introspeksi diri.

"Tentu, kami dari Kementerian BUMN tidak berdiam diri, yang paling tepat di kami yaitu introspeksiĀ diri. Memang benar, BUMN 10 tahun terakhir sudah berkontribusi Rp3.290 triliun kepada negara berupa pajak PNBP, dividen, dan lain lain," ujar Erick, Jumat (3/9/2021).

Pemegang saham menilai kontribusi BUMN sangat membantu program-program pemerintah, namun, hal itu tak cukup. Alasannya, perusahaan patut mengambil peran besar untuk mendorong kinerja UMKM dan berpihak pada masyarakat.

Baca Juga:Ā Erick Thohir Rombak Direksi-Komisaris Wijaya Karya (WIKA)

"Tapi apakah cukup? Tidak, karena sejak krisis ini terjadi kami BUMN daripada menunjuk bahwa itu harus diperbaiki, di sini harus diperbaiki, tapi kita menunjuk diri kita sendiri, kita mentransformasi diri kita sendiri. Kita memastikan bumn tidak jadi menara gading, tapi harus dekat dengan program UMKM dan dekat dengan masyarakat," katanya.

Dari arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, BUMN secara konsisten mampu memberikan kontribusi di atas 16 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sejak 2018.

Baca Juga:Ā BUMN Targetkan 6 Juta Dosis Vaksin di Sentra Vaksinasi, Erick Thohir Ingin Semua Kiai Terlindungi

Meski demikian, bila dibandingkan dengan negara lain, kontribusi 16 persen masih terbilang kecil karena BUMN mampu mengumpulkan aset sebesar 573 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Sebagai perbandingan, pada tahun yang sama aset Superholding Temasek Singapura sebesar 227 miliar dolar AS. Kontribusi Temasek terhadap PDB Singapura mencapai 21,6 persen.

Hal serupa juga dilakukan BUMN China, dimana, kontribusi perusahaan plat merahnya mampu memberikan kontribusi terhadap PDB negara setempat hingga mencapai 58,4% dari total aset sebesar 10,400 miliar dolar AS. Sementara itu, Superholding Malaysia masih tertinggal dengan Indonesia. Pada 2018, kontribusi Khazana sebesar 1,4 miliar dari jumlah asetnya 33 miliar dolar AS.

Dari segi aset, dari data Kementerian BUMN, selama 6 tahun belakangan aset perseroan plat merah mengalami kenaikan yang signifikan. Di 2015 aset perusahaan tercatat mencapai Rp5.760 triliun, dan pada akhir 2019 menjadi sebesar Rp 8.734 triliun. Angka ini menunjukan bahwa selama 6 tahun terakhir aset BUMN tumbuh sebesar 51,63% atau rata-rata per tahunnya tumbuh 11%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini