Harga Emas Berjangka Melonjak 1,2%

Antara, Jurnalis · Sabtu 04 September 2021 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 04 320 2465991 harga-emas-berjangka-melonjak-1-2-MFPcI380Ew.jpg Harga emas berjangka naik (Foto: Reuters)

JAKARTA - Harga emas berjangka terangkat lebih dari 1% ke level tertinggi dalam 2,5 bulan pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB). Harga emas naik karena pertumbuhan pekerjaan AS yang lebih lambat dari perkiraan pada Agustus mendorong dolar lebih rendah, menimbulkan keraguan tentang kepastian waktu pengurangan stimulus Federal Reserve.

Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Terus, Hari Ini Dijual Rp937.000/Gram

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD22,2 atau 1,23%, menjadi ditutup pada USD1,833,70 per ounce. Emas berjangka menguat 0,8% untuk minggu ini.

Pertumbuhan lapangan pekerjaan AS pada Agustus jauh di bawah ekspektasi di tengah lonjakan infeksi COVID-19.

Baca Juga: Harga Emas Turun 0,25%, Padahal Dolar AS Melemah

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (3/9/2021) bahwa pengusaha-pengusaha AS hanya menambahkan 235.000 pekerjaan pada Agustus, lebih rendah dari ekspektasi pasar dan lebih rendah dari kenaikan pekerjaan yang direvisi naik sebesar 1,1 juta pada Juli dan 962.000 pada Juni.

Indeks dolar tergelincir segera setelah laporan tersebut dirilis, sehingga memperkuat daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

"Emas menerima dorongan sambutan dari laporan (pekerjaan) yang jauh lebih lemah," kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

"Tetapi fakta bahwa emas gagal menembus di atas resistansi pada 1.835 dolar dapat menunjukkan beberapa skeptisisme tentang apakah ini berarti pertumbuhan puncak dan penundaan pengurangan stimulus."

Beberapa analis berpendapat bahwa data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan dapat memberikan alasan kepada Federal Reserve untuk mendorong kembali pengurangan pembelian aset, sementara beberapa yang lain berpendapat bahwa data tersebut tidak mungkin mengubah permainan mengingat peningkatan tajam dalam data pekerjaan AS dalam beberapa bulan lalu.

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pekan lalu bahwa jika pertumbuhan pekerjaan berlanjut, The Fed dapat mulai memotong pembelian aset tahun ini, tetapi akan tetap berhati-hati untuk menaikkan suku bunga.

Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang mungkin mengikuti langkah-langkah stimulus, sementara suku bunga yang lebih rendah mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Fokus pasar akan beralih ke pertemuan FOMC September mendatang. Kami terus melihat risiko kenaikan lebih lanjut untuk emas mengingat ekspektasi kami terhadap dolar melemah dan imbal hasil riil tetap sangat negatif," kata Suki Cooper, analis logam mulia di Standard Chartered Bank.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 88,4 sen atau 3,7%, menjadi ditutup pada 24,802 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 27,4 dolar atau 2,76%, menjadi ditutup pada 1.021,6 dolar per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini