4 Fakta Menarik Merger Pelindo I-IV

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Minggu 05 September 2021 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 05 320 2466400 4-fakta-menarik-merger-pelindo-i-iv-8NeJd9jxDl.jpg Merger Pelindo I-IV (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan melakukan merger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo I-IV. Rencana proses merger tersebut dilakukan pada 1 Oktober 2021.

Penggabungan tersebut akan membuat keempat perusahaan BUMN pelabuhan PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero) akan menjadi satu perusahaan.

"Kami sedang menunggu Peraturan pemerintah yang menjadi dasar hukum merger 4 pelabuhan milik BUMN," kata Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dalam konferensi media, Rabu (1/9/2021).

Merger Pelindo I-IV sejalan dengan program strategis pemerintah untuk memaksimalkan integrasi keempat perusahaan tersebut.

Tiko sapaan akrabnya mengaku telah menyiapkan pihak-pihak berkepentingan baik dari jajaran kementerian, direksi, hingga konsultan untuk mewujudkan merger tersebut

Berikut 4 fakta menarik merger Pelindo I-IV yang dirangkum MNC Portal Indonesia, Jakarta, Minggu (5/9/2021).

 

1. Memiliki 4 Subholding

Proses penggabungan empat perusahaan pelabuhan ini akan turut melahirkan empat subholding baru berdasarkan klaster bisnis Pelindo sepanjang ini.

Keempatnya yaitu peti kemas, non-peti kemas, logistics hinterland development, marine, dan equipment & port services.

Empat subholding tersebut akan memiliki kantor pusat yang berada di Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Makassar.

Tiko berharap empat subholding ini dapat meningkatkan skala perusahaan baik dari segi kapasitas maupun pelayanan.

2. Total Aset 112 Triliun

Tiko mengatakan bahwa integrasi Pelindo sekaligus akan menggabungkan total aset yang dimilikinya.

Adapun nilai mergerisasi Pelindo akan mencapai Rp112 Triliun.

“Ini total aset dari penggabungan 4 pelindo ini mencapai Rp112 triliun jadi untuk skalanya sudah masuk ke skala perusahaan-perusahaan atau pelabuhan global,” kata Tiko.

3. Jadi Operator Peti Kemas Terbesar ke-8 Dunia

 

Tiko menuturkan bahwa proses merger ini dapat membuat kedudukan perusahaan operator terminal peti kemas berada di level global dan mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya.

Tiko meyakini Pelindo akan menjadi operator peti kemas terbesar ke-8 di dunia, sebagaimana pernah disampaikan oleh Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono.

"Visi Pelindo bersatu untuk menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan berkelas dunia, khususnya dalam standar pelayanan," katanya dalam konferensi media (1/9).

4. Punya 3 Sistem Objektif

Direktur Utama Pelindo III Arif Suhartono menyatakan mergerisasi Pelindo ini memiliki 3 sistem objektif baik dari segi nasional maupun korporasi.

Pertama, Pelindo akan meningkatkan skala usaha dan menciptakan nilai BUMN dalam perbaikan layanan Pelabuhan. Hal ini dicapai melalui pemaksimalan operasional, strategi komersial, dan manajemen keuangan.

Kedua adalah penguatan ekosistem pelayanan logistik. Arif menilai bawa ekosistem logistik mampu memberikan dampak terhadap ekonomi nasional.

“Dari segi ekosistem tentunya akan berdampak positif pda perekonomian nasional dan nantinya dapat menguatkan ekosistem logistik di Indonesia,kita memiliki capability yang berbeda beda kita melihat adanya operasi yang berbeda dan masing masing memiliki capex yang berbeda,” tutur Arif.

Terakhir, yaitu konektivitas dan standarisasi pelayanan. Proses mergerisasi Pelindo akan memaksimalkan alur konektivitas layanan dengan menerapkan acuan standarisasi.

Hal ini dilakukan untuk mendukung penurunan biaya logistik nasional serta mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

“Pelabuhan Nasional yang baik adalah harus di semua tempat. Kami melihat bahwa model saat ini ada empat model Pelindo keempatnya adalah entitas yang terpisah sehingga kurang koordinasi dalam operasi standarisasi proses dan layanan dan akan memperbaiki logistik kost dan capex juga akan maksimal,” tegas Arif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini