Pandemi Covid-19 Jadi Endemi, Ini 3 Strategi Menko Luhut

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 320 2467286 pandemi-covid-19-jadi-endemi-ini-3-strategi-menko-luhut-L9NI0FrLHB.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah resmi mengumumkan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan 4 di Jawa-Bali yang diberlakukan hingga 13 September 2021 mendatang.

Sehubungan sengan itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarvest) Luhut Binsar Panjaitan membeberkan 3 strategi pengendalian pandemi dimasa berlanjutnya masa PPKM.

“Tiga strategi pengendalian pandemi kita akan menjadi kunci utama dari transisi kehidupan kita Ketika Covid19 ini menjadi epidemi dari pandemi. 3 strategi tersebut adalah peningkatan coverage vaksinasi yang cepat untuk seluruh masyarakat Indonesia, testing-tracing-treatment yang baik, dan kepatuhan prokes 3M yang tinggi,” papar Luhut melalui keterangan yang diterima MNC News Portal Indonesia, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga: Kacau! 1.603 Orang Positif Covid-19 Lakukan Aktivitas Publik, Untung Ketahuan

Menurut Luhut Sistem Peduli Lindungi yang digunakan masyarakay saat ini akan menjadi integrator utama dari 3 strategi tersebut, sehingga bisa meminimalkan penularan Covid19 ketika kita membuka kembali aktivitas masyarakat.

“Untuk mematuhi protokol Kesehatan dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi sesuai dengan instruksi dari pemerintah. Dalam 1 minggu terakhir, kami menemukan banyak pelanggaran seperti yang muncul di media dalam beberapa hari ini,” katanya.

Baca Juga: Minta Industri Produksi Alkes hingga Obat, Menko Luhut Pasang Badan soal Perizinan

Dalam kesempatannya Luhut mengaku, Pemerintah akan mengambil langkah persuasif dalam penegakan aturan-aturan ini sebelum mengambil langkah tegas jika upaya-upaya persuasif yang diabaikan.

“Meskipun indikator transmisi mengalami perbaikan seperti yang saya sebutkan diatas, namun indicator respon kesehatan pada banyak wilayah kota/kab masih belum memenuhi target yang ingin dicapai pemerintah, inilah yang akan menjadi prioritas Pemerintah dalam beberapa minggu kedepan,” paparnya.

Luhut mencontohkan evaluaasi rasio kontak erat yang telah terjadi kenaikan signifikan rasio kontak erat dari 3.37 di awal agustus menjadi 7.89 per 5 September, namun pada banyak daerah rasio kontak eratnya masih dibawah kurang dari 5, sehingga kemudian menghambat daerah tersebut untuk turun level.

“Meskipun indikator transmisi mengalami perbaikan seperti yang saya sebutkan diatas, namun indicator respon kesehatan pada banyak wilayah kota/kab masih belum memenuhi target yang ingin dicapai pemerintah,”pungkasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini