BLT UMKM Sudah Cair Rp15,2 Triliun, Sisa 100 Ribu Pelaku Usaha Belum Dapat Rp1,2 Juta

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 320 2469360 blt-umkm-sudah-cair-rp15-2-triliun-sisa-100-ribu-pelaku-usaha-belum-dapat-rp1-2-juta-p7inesddrI.jpg BLT UMKM Cair (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM melaporkan update penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau BLT UMKM tahun 2021 per September telah mencapai Rp15,24 triliun kepada 12,7 juta dari sasaran 12,8 pelaku usaha mikro.

Itu artinya realisasinya telah mencapai 99,2 persen. Sehingga, hanya tinggal 100 ribu saja pelaku usaha mikro yang belum mendapatkan BPUM 2021, yang ditargetkan tersalur 100 persen pada akhir September 2021.

 

Baca Juga: 6 Fakta BLT UMKM Tahap 2 Cair, 1 Juta Pelaku Usaha Dapat Rp1,2 Juta

Deputi Usaha Mikro KemenkopUKM Eddy Satriya mengatakan, BPUM tahun 2021 terbagi menjadi dua tahap, tahap pertama telah terealisasi 100 persen pada Juli 2021 kepada 9,8 juta pelaku usaha mikro dengan total anggaran sebesar Rp11,76 triliun; dan tahap kedua hingga September 2021 telah terealisasi sebesar Rp3,4 triliun untuk 2,9 juta pelaku usaha mikro yang telah di SK-kan hingga SK ke-23.

“Sehingga, total realisasi BPUM 2021 per September ini berjumlah Rp15,24 triliun yang diberikan kepada 12,7 juta pelaku usaha mikro. Proses penyaluran ditargetkan selesai pada akhir September 2021,” kata Eddy seperti dikutip dalam situs resmi Kemenkop UKM, Jakarta, Jumat (10/9/2021).

Eddy mengatakan terdapat perbedaan antara penyaluran BPUM pada tahun 2020 dengan tahun 2021, terutama mengenai Lembaga Pengusulnya. Pada 2020, terdapat lima lembaga pengusul BPUM sedangkan pada 2021, data usulan penerima BPUM hanya berasal dari Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM.

Usulannya dilaksanakan berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota kemudian dikirim ke Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di tingkat Provinsi untuk ditelaah dan selanjutnya dikirim ke Kementerian Koperasi dan UKM untuk diverifikasi.

Eddy juga menyampaikan apreasiasi atas peran Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di daerah yang menjadi salah satu pendorong suksesnya Program BPUM. Eddy meminta koordinasi bisa terus berlanjut sehingga program ini dapat dijalankan secara akuntabel dan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui tangguh dan bertahannya usaha mikro yang merupakan populasi usaha terbesar di Indonesia.

Sementara, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SeskemenkopUKM) Arif R Hakim Usaha Mikro sebagai salah satu pilar perekonomian di Indonesia tidak luput dari sasaran pemberian Program. Melalui Banpres Produktif bagi Usaha Mikro (BPUM) yang diberikan sejak tahun 2020 dan dilanjutkan pada tahun 2021, Pemerintah berharap .Usaha Mikro dapat tetap bertahan menghadapi krisis ini.

"Tentunya, dengan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah, harapannya program ini dapat dengan baik dan tepat sasaran memenuhi tujuannya," ujarnya.

Lebih lanjut Arif menjelaskan, sebagai salah satu stimulus untuk Usaha Mikro dapat tetap menjalankan usahanya seperti yang diketahui bersama, bahwa sebelumnya pada tahun 2020, alokasi BPUM ditujukan untuk 12 juta pelaku Usaha Mikro dengan anggran sebesar Rp28,8 triliun dan masing- masing pelaku usaha mikro mendapatkan Rp2,4 juta.

SeskemenkopUKM menyatakan pada tahun 2021 ini, alokasi program BPUM adalah sebesar Rp15,36 triliyun yang ditujukan untuk 12,8 juta pelaku usaha yang pelaksanaannya terbagi menjadi 2 tahap.

" Hingga September 2021, telah terealisasi sebesar Rp15,24 triliyun dan diberikan kepada 12,7 juta pelaku usaha mikro yang artinya bahwa program BPUM 2021 ini telah terealisasi sebesar 99,2 persen," katanya.

Dikatakan Arif, pemerintahmenyadari bahwa penyaluran bantuan,apapun bentuknya hendaklah selalu mengutamakan asas tepat sasaran dan asas manfaat yang tetap memperhatikan akuntabilitas dan transparansi penyalurannya.

"Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama para Kepala Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di daerah yang sudah membantu tersalurkannya BPUM dari tahun 2020 hingga tahun 2021 ini" kata Arif.

"Kami berharap dalam proses akhir penyaluran BPUM ini, dapat mengakomodir seluruh lapisan pelaku usaha mikro termasuk binaan dari berbagai instansi baik dari eksekutif maupun legislatif serta lembaga-lembaga lainnya," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini