UEA Bawa Duit Rp7,1 Triliun ke Indonesia, Simak 6 Fakta Menarik Investasinya di Aceh

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 12 September 2021 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 320 2469949 uea-bawa-duit-rp7-1-triliun-ke-indonesia-simak-6-fakta-menarik-investasinya-di-aceh-zoo4zlbNvb.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan akan berinvestasi dalam pengembangan pariwisata di Aceh. Pada awal Maret lalu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menandatangani kerja sama pengembangan dan investasi pariwisata dengan Murban Energy Limited, Uni Emirate Arab (UEA).

Lantas bagaimana perkembangan rencana investasi tersebut? Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan Okezone terkait investasi UEA di Aceh, Minggu (12/9/2021):

1. Investasi UEA Berlokasi di Aceh

Uni Emirat Arab (UEA) segera realisasikan investasi di Indonesia senilai USD500 juta atau setara dengan Rp7,1 Triliun. Investasi tersebut dilakukan di Aceh Singkil.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, pengembangan dan investasi pariwisata dengan Murban Energy Limited, Uni Emirate Arab (UEA) akan dipusatkan di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

Baca Juga: Berhasil Tangani Pandemi Covid-19, Menko Luhut: Pemulihan Ekonomi Berjalan Sangat Cepat

"Ada satu proyek senilai USD500 juta yang mereka ingin investasikan dan mereka sudah meninjau dan sudah bicara. Dan saya bertelepon, tetap berkomunikasi dengan Menteri Suhail, tanggal 13, 14, 15 (September) mereka akan datang ke Indonesia lagi untuk berbagai proyek kerja sama Indonesia-Abu Dhabi," kata Nova.

2. Tidak Ada Masalah Insentif

Soal investasi UEA di Aceh Singkil, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, berdasarkan diskusi dengan Gubernur Aceh, seharusnya sudah tidak ada masalah terkait insentif yang diminta pihak UEA.

Luhut pun mengaku telah mengunjungi langsung kawasan Aceh Singkil yang diincar UEA. Pihak UEA bahkan menyatakan mereka akan membangun resort di mana nanti Putra Mahkota Mohammed bin Zayed Al Nahyan akan sesekali bisa hadir di sana.

3. Terus Berkoordinasi Dengan UEA

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Uni Emirat Arab (UEA) akan merealisasikan investasi. Pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Menteri Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohammed Al Mazrouei.

Baca Juga: Menko Luhut: Kita Tidak Kekurangan Vaksin Covid-19!

UEA sebelumnya dikabarkan akan berinvestasi dalam pengembangan pariwisata di Aceh. Pada awal Maret lalu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menandatangani kerja sama pengembangan dan investasi pariwisata dengan Murban Energy Limited, Uni Emirate Arab (UEA) yang akan dipusatkan di Pulau Banyak, Aceh Singkil.

"Ada satu proyek senilai 500 juta dolar AS yang mereka ingin investasikan dan mereka sudah meninjau dan sudah bicara. Dan saya bertelepon, tetap berkomunikasi dengan Menteri Suhail, tanggal 13, 14, 15 (September) mereka akan datang ke Indonesia lagi untuk berbagai proyek kerja sama Indonesia-Abu Dhabi," katanya.

4. Tetap Melibatkan China

Meski membawa kabar baik soal progres investasi di tanah rencong, Luhut meminta masyarakat agar tidak marah karena dalam investasi tersebut nantinya akan ada campur tangan China.

"Tapi Anda jangan marah, dia (UEA) membawa China pula untuk kemari. Dunia itu berputar, jadi kita jangan terlalu marah-marah, kenapa Indonesia ke China? Ini malah Abu Dhabi membawa CEO-nya orang China. Jadi inilah sekarang globalisasi itu," katanya.

Luhut juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak bisa begitu saja membatasi diri lantaran saat ini dunia sudah semakin mengglobal. Yang terpenting, lanjutnya, Indonesia tetap harus membangun ketahanan nasional.

"Ke siapa saja kita bisa berhubungan, tapi ketahanan nasional kita harus kita bangun. Kalau kita membentengi diri kita nggak boleh berhubungan, kita akan nanti kecele bahwa dunia ini sudah begitu mengglobal," ujarnya.

5. Siap Tuntaskan Dengan UEA

Soal investasi UEA di Aceh Singkil, menurut Luhut, berdasarkan diskusi dengan Gubernur Aceh, seharusnya sudah tidak ada masalah terkait insentif yang diminta pihak UEA.

"Presiden perintahkan saya karena saya kebetulan penanggung jawab, agar itu dituntaskan. Dan kita ingin tuntaskan tentu dalam aturan-aturan main yang ada," katanya.

 6. Sudah Cek Lokasi 40.000 Ha

Menurut menteri, pihaknya sudah pergi ke Singkil dan melihat hampir 40.000 hektare rawa dengan panorama yang luar biasa indah serta dilihat oleh tim dari Abu Dhabi.

Pihak UEA bahkan menyatakan mereka akan membangun resort di mana nanti Putra Mahkota Mohammed bin Zayed Al Nahyan akan sesekali bisa hadir di sana.

"Mereka mau bikin resort, dia mau katanya Crown Prince Muhammad bin Zayed juga akan sekali-sekali ada di sana, karena dia ingin direct flight dari Abu Dhabi langsung ke Singkil," ujar Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini