Satu Paket, Wisata Dibuka Dorong Okupansi Hotel

Avirista Midaada, Jurnalis · Minggu 12 September 2021 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 320 2470086 satu-paket-wisata-dibuka-dorong-okupansi-hotel-KD7CabPM4U.jpg Pengusaha Hotel Sambut Gembira Dibukanya Tempat Wisata. (Foto: Okezone.com)

MALANG - Pembukaan objek wisata disambut antusias pelaku perhotelan. Pasalnya, dibukanya tempat wisata dapat mendorong ampu menaikkan angka okupansi hotel yang merosot tajam selama PPKM Darurat hingga PPKM Level 4.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono menuturkan, pembukaan destinasi wisata di Pasuruan, Probolinggo, Malang raya dan Banyuwangi menjadi kabar baik di tengah belum pulihnya sektor pariwisata dan perhotelan.

"Jadi nunggu destinasi dibuka, jadi ya kalau Malang ya tujuannya Bromo Pasuruan, kalau Bromo, Jatim Park, Taman Safari kalau belum dibuka ya percuma liburannya," ucap Dwi Cahyono ditemui pada Minggu (12/9/2021) di Kota Malang.

Baca Juga: Curhat ke Sandiaga Uno, Pedagang Sayur: Sama Sekali Enggak Punya Penghasilan

Dirinya menambahkan, pariwisata dan perhotelan ibarat satu paket yang tak bisa dipisahkan. Bila pembukaan tempat wisata ini ia optimis okupansi hotel kian meningkat dari hari ke hari.

"Untuk wisata, saya yakin ketika wisata dibuka naik, Jatim Park sudah uji coba, kalau sudah akan dongkrak okupansi," tuturnya.

Bila sejumlah tempat wisata di daerah - daerah buka, ia optimis daerah - daerah yang jadi tujuan wisata utama di Jawa Timur bakal lebih dahulu pulih. Apalagi ada kaitan antara pembukaan tempat wisata dengan okupansi hotel.

"Kalau pulih ya Banyuwangi, Probolinggo, Malang, Batu, tujuan wisata pasti itu yang duluan," katanya.

Baca Juga: Sandiaga Buat 3 Pilar Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Namun Dwi masih menunggu aturan lebih lanjut terkait wisatawan yang datang. Sebab dari simulasi percobaan pembukaan tempat wisata, anak - anak di bawah usia 12 tahun tidak boleh masuk. Padahal untuk saat ini pangsa pasar keluar menjadi hal yang menjanjikan diincar di tengah sulitnya mobilitas orang di saat pandemi Covid-19.

"Cuma tetap orang – orang masih nunggu seperti apa aturannya, seperti mal terus anak kecil yang belum vaksin ya sulit juga mau pergi. Anak nggak boleh ke destinasi ini, sekarang destinasi masih dibatasi 12 tahun ke bawah masih belum boleh, itu belum terlalu pengaruh, kecuali kalau vaksin untuk sudah banyak," paparnya.

Sebagai informasi penerapan PPKM sejumlah level di Jawa Timur resmi diperpanjang oleh pemerintah pusat. Dari 38 daerah di Jawa Timur, 19 kabupaten kota sudah masuk PPKM level 2 termasuk tiga daerah di Surabaya raya yakni Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Sidoarjo.

Sementara ada 16 daerah masuk PPKM level 3, termasuk tiga daerah di Malang raya yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Sementara ada tiga wilayah di Jawa Timur yang masuk PPKM level 1 yakni Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Tuban.

Pada penerapan PPKM level 2 dan 3 sendiri pusat perbelanjaan dan pembelajaran tatap muka mulai diizinkan beroperasi. Sementara untuk tempat wisata hanya beberapa saja yang diizinkan diujicoba beroperasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf).

Tercatat beberapa destinasi wisata mulai dari Jatim Park 2 dan Taman Rekreasi Selecta di Kota Batu sudah beroperasi. Sementara Wisata Gunung Bromo dengan pintu masuk di Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo juga telah diizinkan buka. Di Kabupaten Banyuwangi setidaknya sudah ada 15 tempat wisata yang buka, salah satunya yakni Kawah Ijen, Pantai Cemara, dan Alas Purwo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini