Bye Rentenir! Bunga Kredit Holding Ultra Mikro Lebih murah

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 13 September 2021 12:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 320 2470487 bye-rentenir-bunga-kredit-holding-ultra-mikro-lebih-murah-iAo5fMZwDN.jpg Holding BUMN Ultra Mikro membuat bunga kredit lebuh murah (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Holding BUMN Ultra Mikro memasuki tahap akhir. holding memasuki tahap penyerahan saham negara dari pada PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM kepada PT Bank BRI (Persero) Tbk,. Dimana, nilai pengalihan saham mencapai Rp 54,7 triliun.

Adanya holding ini akan memudahkan pemberian kredit atau pembiayaan kepada UMKM dengan bunga murah. Langkah itu dinilai sebagai bentuk keberpihakan perusahaan pelat merah kepada pelaku usaha skala mikro.

Baca Juga: Holding Ultra Mikro, Pemerintah Alihkan Saham Rp54,7 Triliun

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, target pembentukan holding bisa rampung pada November 2021 ini. Hal itu sesuai kesepakatan awal dengan Direktur Utama ketiga perseroan.

"Karena itu, saya mengharapkan penggabungan daripada BRI, Pegadaian dan juga PNM, disini saya ada catatannya, bahwa ingin memastikan bisa terjadi bagaimana keberpihakan bunga lebih murah untuk yang di bawah. Dan sesuai kesepakatan kita waktu itu para Dirut November ini sudah benar-benar terjadi," ujar Erick, Senin (13/9/2021).

Baca Juga: Holding Ultra Mikro Dongkrak Penyaluran Kredit UMKM

Catatan Kementerian BUMN, integrasi bisnis antara Pegadaian, PNM, dan BRI harus mendorong bisnis UMKM. Pasalnya, dari pantauan langsung Erick Thohir di lapangan, sejumlah pelaku usaha mikro begitu membutuhkan kemudahan kredit.

Kemudahan dana, kata dia, memberikan keseimbangan ekonomi antara pelaku usaha dan masyarakat sekitar. Sebab, semakin baik kinerja UMKM karena mudahnya akses biaya, semakin banyak pula penyerapan tenaga kerja baru.

Keseimbangan pun terjadi antara BUMN dan UMKM. Karena kedua entitas bisnis tersebut saling menguatkan satu sama lain. Erick justru mengutuk perusahaan negara yang mendominasi bisnis UMKM.

"Dan itulah kenapa saya diberi kesempatan turun dan melihat bagaimana apa yang terjadi di bawah, apakah PMN dengan Mekaar-nya, nanti pegadaian saya cek juga Pak, bahwa impact-nya luar biasa. Ini kita harus pastikan dalam kondisi keseimbangan ekonomi harus terjadi. Tidak bisa yg besar makin besar, yang kecil makin kecil," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini