Mahaka Media (ABBA), Emiten Erick Thohir Bakal Rights Issue 1,20 Miliar Saham

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 278 2471695 mahaka-media-abba-emiten-erick-thohir-bakal-rights-issue-1-20-miliar-saham-WKEqCDrT1s.jpeg Mahaka media berencana rights issue (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – PT Mahaka Media Tbk (ABBA) berencana untuk menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 1,20 miliar saham melalui rights issue. Penerbitan saham baru dilakukan untuk memperkuat modal perseroan dan menunjang ekspansi bisnis.

Baca Juga: Mahaka Media, Emiten Erick Thohir Bakal Rights Issue

Direktur Utama Mahaka Media Adrian Syarkawi menyampaikan, aksi korporasi tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu yang keenam atau PMHMETD VI.

“Perseroan berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan HMETD atau rights issue dalam jumlah sebanyak-banyaknya 1,2 miliar lembar saham dengan nominal masing-masing saham sebesar Rp100,” ujarnya.

Baca Juga: Mahaka Media Bentuk Perusahaan Patungan Rp8 Miliar, Ada Nama Erick dan Boy Thohir

Nantinya, dana bersih yang didapatkan dari aksi rights issue tersebut akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan anak-anak perusahaan. Kemudian, perseroan juga akan melakukan investasi di sektor teknologi digital melalui pengembangan usaha anak perusahaan serta investasi baru, pengembangan aplikasi dan pembelian hardware.

Dirinya berharap, market meresponnya aksi korporasi perseroan positif. Dari situ, perseroan akan kelompokkan bahwa ini akan dialokasikannya ke mana saja, ke anak perusahaan apa aja. Selain itu Adrian juga mengungkapkan, kemungkinan perseroan akan melakukan pengembangan-pengembangan produk baru.

Menurutnya, perseroan akan melihat dari sisi digital dan sisi pasar anak muda yang sangat berkembang saat ini. Rights issue sendiri, ungkap Adrian akan dilakukan sesuai dengan keperluan permodalan perseroan. Pelaksanaan penambahan modal direncanakan tidak lebih dari 12 bulan terhitung sejak tanggal persetujuan RUPSLB perseroan.

“Kita memang fokusnya pengembangan digital, jadi proyeksi dananya kapan pokoknya dalam waktu maksimal 12 bulan dari RUPS yang dilakukan,” ujar Adrian.

Adrian mengatakan, bagi pemegang saham ABBA yang tidak menggunakan haknya untuk memesan saham baru dalam aksi ini, sahamnya akan terdilusi sebanyak-banyaknya sebesar 30,34%. Sebagai informasi, emiten media ini membidik pendapatan tahun ini sebesar Rp195 miliar atau tumbuh 22,64% dibandingkan raihan pada tahun lalu yang sebesar Rp159 miliar. Dengan capaian itu, ABBA mengejar EBITDA sebesar Rp5 miliar dan dapat menekan kerugian menjadi tinggal Rp8 miliar.

Lalu di semester pertama tahun ini, perseroan memastikan kinerja keuangan masih belum berbeda signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pandemi covid-19 masih menjadi tantangan, khususnya bagi unit cetak Republika Group, TV lokal, serta penyelenggaraan event. Asal tahu saja, kinerja ABBA ditopang oleh empat segmen bisnis yang dijalankan oleh anak usahanya. Yakni segmen broadcasting, printing & publishing, digital content provider, dan marketing agency service-venue property.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini