Holding Geothermal, Erick Thohir Targetkan Jadi Nomor 1 di Dunia

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 320 2471873 holding-geothermal-erick-thohir-targetkan-jadi-nomor-1-di-dunia-soBkIjk9Rm.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)

JAKARTAKementerian BUMN menargetkan Holding Geothermal Indonesia (HGI) atau Panas Bumi akan menjadi entitas terbesar di dunia. Potensi tersebut dihitung berdasarkan potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Saat ini, pembentukan holding dalam proses penggabungan aset antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dan PT PLN Gas and Geothermal (PLN GG). Dalam perhitungan pemegang saham, setelah holding terbentuk dan diresmikan, entitas di sektor energi itu akan menjadi terbesar ke-3 di dunia.

Namun, dalam perjalanannya akan menjadi terbesar pertama di dunia karena potensi yang dimiliki.

"Bahwa kita punya (Holding) Geothermal, kalau tidak salah nomor 3 secara kapasitas di dunia, tetapi kita akan menjadi nomor satu karena potensi banyak sekali," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam sesi wawancara dengan IDX Channel, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Buka-bukaan Alasan Restrukturisasi Pertamina

Dalam arsip MNC Portal Indonesia, PT PLN (Persero) menilai pembentukan HGI mempercepat dan mengoptimalkan pengembangan potensi panas bumi di Indonesia. Karena itu, PLN terus memberikan dukungan terhadap pembentukan holding ini.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi menyebut, pihaknya mendukung pemegang saham mensinergikan entitas-entitas usaha yang selama ini mengelola energi panas bumi ke dalam HGI.

Baca Juga: Erick Thohir Targetkan Pendapatan Pertamina Rp1.323 Triliun di 2024

Langkah itupun berdasarkan perhitungan potensi energi panas bumi Indonesia yang mencapai 25 GW atau setara 40% cadangan potensi panas bumi dunia.

Namun, pemanfaatannya baru sekitar 2,1 GW. Melihat besarnya potensi tersebut diperlukan terobosan untuk mengakselerasi pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik.

"Sebab, tujuan utama dari pembentukan holding ini bukan untuk mengerdilkan satu sama lain, melainkan justru untuk membesarkan setiap entitas dan menggarap potensi panas bumi sebesar-besarnya," kata Agung.

Melalui holding ini, lanjut Agung, seluruh sumber daya, aset yang dimiliki oleh setiap entitas, termasuk sumber daya manusia dengan keahlian-keahlian spesifik, akan tetap dioptimalkan. Proses ini akan menghasilkan holding panas bumi yang jauh lebih besar daripada yang sekarang ada.

Rencana pemerintah membentuk Holding Panas Bumi tersebut juga sesuai dengan transformasi PLN dalam pilar Green yang dicanangkan sejak 21 April 2020. PLN terus mendukung transisi energi di Indonesia dengan gencar mengembangkan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan, salah satunya panas bumi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini