Erick Thohir Tunggu Kinerja Badan Pangan Nasional

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 320 2472287 erick-thohir-tunggu-kinerja-badan-pangan-nasional-AJnhLDWURV.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan membuat Badan Pangan Nasional (BPN). Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 tahun 2021 tentang BPN yang diterbitkan sejak 29 Juli 2021 lalu.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, BPN sebagai lembaga pangan yang di tunggu-tunggu keberadaannya. Dirinya pun berharap agar BPN mampu mendorong kemandirian pangan nasional.

Baca Juga: LaNyalla Bicara Kemandirian dan Kedaulatan Pangan di Depan Petani-Pengusaha Porang

"Alhamdulilah Pak Presiden sudah mengeluarkan Badan Pangan Nasional, suatu badan yang kita akan tunggu kinerjanya dan kita harap ini bisa menjadi kenyataan secepat mungkin," ujar Erick, saat Launching Produk Bersama dengan Nusakita, Panganesia, dan Rania, Kamis (16/9/2021).

BPN akan menjadi kekuatan lain bagi Holding BUMN Pangan yang rencananya akan diresmikan pemerintah dalam waktu dekat ini. Erick mencatat, setidaknya ada dua fokus yang dilakukan Holding Pangan yakni stabilisator pangan dan market.

Baca Juga: Transformasi Digital UMKM Pangan Dukung Pemulihan Ekonomi dan Jaga Stabilitas Harga

Stabilitas terkait keberadaan dan harga pangan yang menjadi penugasan holding dari pemerintah. Sementara, market berhubungan ekosistem pasar yang kompetitif, di mana, BUMN akan melibatkan pihak swasta.

"Kenapa saya bicara seperti ini karena kita harus pastikan juga holding pangan kita ada dua, satu yang memang penugasan menjaga stabilisator, tapi juga apa yang disampaikan Pak Dirut tadi bahwa ada yang namanya market," katanya.

Dalam proses pembentukan holding BUMN Pangan saat ini memasuki tahap penggabungan beberapa BUMN di klaster pangan. Di antaranya adalah proses penggabungan PT Perikanan Indonesia dengan PT Perikanan Nusantara, proses penggabungan PT Sang Hyang Seri dengan PT Pertani, penggabungan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dengan PT BGR Logistics.

Sebagai koordinator BUMN Klaster pangan, saat ini PT RNI (Persero) tengah melakukan persiapan penggabungan secara menyeluruh mulai dari aspek regulasi penggabungan, aspek SDM dan organisasi dengan mensosialisasikan penggabungan kepada karyawan, aspek keuangan penggabungan perusahaan, aspek operasional dan pengembangan IT, hingga aspek aset korporasi.

Seperti pada aspek IT, saat ini RNI sudah memulai mengintegrasikan IT dan supply chain melalui basis teknologi Internet of Things (IoT) dengan interface yang sederhana supaya semua anggota holding BUMN bisa terkoneksi secara paralel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini