Erick Thohir Sentil Swasta: Jangan Ngakalin BUMN, Bisnis Harus Saling Untung

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 320 2472385 erick-thohir-sentil-swasta-jangan-ngakalin-bumn-bisnis-harus-saling-untung-uQULtjWpCu.jpg Erick Thohir soal Kerja Sama BUMN-Swasta (Foto: Dok BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan bisnis dan kerja sama antara BUMN-swasta saling menguntungkan. Jangan ada pihak yang ingin untung sendiri.

Erick Thohir menjelaskan, era digitalisasi tidak saja menuntut perusahaan menyesuaikan proses bisnisnya, namun juga melakukan transparansi. Apalagi, pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan untuk berkompetisi di pasar terbuka.

"Saya juga meminta kepada swasta yang berpartner kepada BUMN jangan ngakalin harus win-win apalagi sekarang di era yang sangat transparan digitalisasi. Covid memaksa digitalisasi terjadi artinya transparansi dan pasar terbuka," ujar Erick, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Tak hanya swasta, pemegang saham juga meminta kerja sama antara perseroan negara dan pemerintah daerah (pemda) pun membawa win-win solution. Dalam posisi ini, Erick memastikan BUMN tidak akan menjadi menara gading.

"Kita enggak mau BUMN menjadi menara gading, tapi saya ingin pastikan kerja sama BUMN dengan swasta dan pemerintah daerah harus win-win, saling untung," katanya.

Kementerian BUMN memang membuka pintu selebar-lebarnya bagi swasta dan pemda untuk menjalin kerjasama. Hanya saja, tidak saling membebani satu sama lainya.

Erick berharap proses kerjasama dilakukan dengan cara yang benar berdasarkan prosedur yang berlaku. Adapun sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh swasta jika ingin bekerjasama dengan BUMN. Pertama, swasta jangan sampai mengakali BUMN artinya harus sama-sama menguntungkan.

Kedua, perusahaan swasta harus memiliki pengalaman lebih dibandingkan BUMN. Ketiga, kerja sama keduanya harus bisa menekan impor. Apalagi, pemerintah sendiri saat ini sedang memperbaiki neraca dagang dengan mendorong ekspor dan menekan impor.

"Ketiga menjadikan bisa enggak me-reduce import supaya menjaga supply chain," ujar Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini