Kemudian, laba operasional perseroan melambung 378% dari minus Rp227 miliar menjadi Rp630 miliar pada semester I/2021. Selanjutnya, untuk laba bersih perseroan berhasil mencatat kenaikan 169% ke Rp270 miliar dari tahun sebelumnya masih minus Rp390 miliar.
“Naiknya harga logam timah akibat menyusutnya supply di pasar, ditambah efisiensi yang terukur menjadi faktor naiknya margin dan laba perseroan,” jelas Wibisono.
Tercatat pada semester pertama, harga jual rata-ratanya naik sampai 69% year on year (yoy) dari USD16.461 per metrik ton menjadi USD27.858 per metrik ton. Wibisono juga menyebutkan perseroan telah mengurangi beban keuangan, outstanding utang kredit, beban kerja untuk mendorong capaian kinerja perseroan semester I/2021.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.