Sri Mulyani-Banggar Sepakat Pertumbuhan Ekonomi 2022 Sebesar 5,2%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 28 September 2021 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 320 2478094 sri-mulyani-banggar-sepakat-pertumbuhan-ekonomi-2022-sebesar-5-2-3M9X9GjdT4.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2022 menjadi 5,2%. Angka berada di tengah dari rencana pemerintah dalam RAPBN 2022 yang diharapkan tumbuh 5,0% sampai 5,2%.

Sedangkan, inflasi disepakati banggar di angka 3,0% . Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika disepakati Rp 14.350. Kemudian tingkat bunga SUN 10 tahun disepakati di angka 6,80%.

Lalu, harga minyak mentah dijual USD 63 dolar per barel. Kemudian lifting minyak bumi disepakati 703 ribu barel per hari dan lifting gas sebesar 1.036 ribu barel per hari setara minyak.

Baca Juga: Singgung Bom Bali Kurangi Wisatawan, Sri Mulyani: Beda dengan Situasi Pandemi

Selain itu, rata nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan sebesar Rp 14.350 pada tahun depan.Kemudian tingkat suku bunga Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun diperkirakan sebesar 6,80% pada tahun 2022

Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah akan disahkan.

“Setelah dibacakan hasil rapat Panja tadi, apakah dapat diterima, disahkan, dan disetujui?” tanya Said, Selasa dan dijawab dengan setuju anggota Banggar DPR di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan ini merupakan pengambilan keputusan untuk tingkat satu pada RAPBN 2022. Serta mengucapkan terima kasih.

Baca Juga: Anggaran Dipangkas, Sandiaga Uno: Kita Hemat Sekali Ini

"Kami atas nama pemerintah mengucapkan terimakasih dan memberikan penghargaan bagi ketua banggar di seluruh komisi yang bekerja keras dan menyelesaikan pembahasan RUU APBN 2022," kata Sri Mulyani

Menurutnya, proses yang dilakukan memberikan pemerintah menyempurnakan persepktif respon kebijakan dan masih sangat tidak pasti. Terlebih, dinamika global dari berbagai negara dan lingkungan global yang dilihat memiliki resiko.

"Kita lihat dan mitigasi resikonya dan kami berterima kasih dukungan dan untuk memulihkan ekonomi Indonesia dan langkah strategis reformasi struktural," tandasnya.

Pemilihan teknologi menjadi pertimbangan utama guna memastikan ketersediaan, kemudahan, keterjangkauan, keberlangsungan dan daya saing untuk mencapai kemandirian energi, ketahanan energi, pengembangan berkelanjutan, serta ketahanan iklim dan rendah karbon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini