Share

Rights Issue Oversubscribed, BRI Kumpulkan Rp95,9 Triliun

Aditya Pratama, iNews · Rabu 29 September 2021 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 278 2478618 rights-issue-oversubscribed-bri-kumpulkan-rp95-9-triliun-rn05xx3lIH.jpg Rights Issue BRI (Foto: Dokumentasi BRI)

JAKARTA - Aksi korporasi penerbitan 28,2 miliar saham baru atau rights issue yang dilakukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dalam rangka pembentukan Holding Ultra Mikro telah terserap seluruhnya dan bahkan mengalami oversubscribed.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Sunarso pada acara Pembukaan Perdagangan dalam Rangka Seremonial Rights Issue BBRI, Rabu (29/9/2021).

Sunarso menambahkan, dengan hasil rights issue tersebut, maka kepemilikan saham publik masih dapat terjaga di atas 40 persen sesuai dengan target BRI.

“Tingginya minat terhadap rights issue BRI ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap visi yang dibangun Pemerintah melalui BRI untuk semakin fokus pada penetrasi keuangan dengan mengamankan sumber pertumbuhan baru di segmen mikro yang pada akhirnya menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham," ujar Sunarso.

Baca Juga: Rights Issue BRI Tertinggi di Asean, Erick Thohir: Bukti Pasar Modal RI Sangat Besar

Sunarso menyebut, pencapaian yang diraih Perseroan tersebut tidaklah mudah, mengingat proses rights issue BRI dan pembentukan Holding Ultra Mikro dilakukan di tengah kondisi ekonomi yang masih berjuang untuk bangkit akibat pandemi Covid-19.

"Keberhasilan ini akan mengobarkan semangat BRI dan Holding Ultra Mikro untuk membawa jutaan pelaku usaha ultra mikro naik kelas dan memberikan kontribusi positif bagi para stakeholders, dan perekonomian nasional,” kata dia.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen menjelaskan bahwa kesuksesan yang diraih BRI menjawab keraguan dari para investor, dimana adannya keraguan dari para pengamat dan keraguan terhadap pasar Indonesia secara keseluruhan bahkan keraguan terhadap pemulihan ekonomi di Indonesia.

Dengan basis pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan lebih bertumbuh pada perkembangan UMKM, hal ini juga akan terus didorong oleh OJK sekaligus akan sangat mendukung terhadap pengembangan daripada UMKM.

"Ternyata di Indonesia ini banyak sekali masyarakat yang ekonominya bertumpu dari kegiatan sehari-hari. Kami menyambut baik bahwa kegiatan ini merupakan selebrasi kita semua. Kami di OJK juga tentunya sangat mendukung bagaimana UMKM ini bisa terus tumbuh," ucap Hoesen.

Adapun total nilai Right Issue BRI mencapai Rp95,9 triliun, yang terdiri dari Rp54,7 triliun dalam bentuk partisipasi non tunai Pemerintah dan Rp41,2 triliun dalam bentuk cash proceed dari pemegang saham publik, dimana Rp27,9 triliun di antaranya berasal dari pemegang saham asing.

Pencapaian ini menorehkan sejarah, rights issue BRI menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara, menduduki peringkat ketiga di Asia, dan peringkat ketujuh di seluruh dunia. Hal ini diharapkan dapat memberikan angin segar bagi transaksi pasar modal di Indonesia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini