Alasan BEI Belum Delisting Saham BTEL, PLAS, GOLL

Rabu 29 September 2021 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 278 2478939 alasan-bei-belum-delisting-saham-btel-plas-goll-gQDXFeNg1c.jpg Alasan BEI Belum Delisting Saham BTEL hingga PLAS. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan perihal belum dilakukannya delisting kepada beberapa emiten yang sudah masuk kriteria delisting. Beberapa emiten yang saat berpotensi delisting di antaranya, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), Polaris Investama Tbk (PLAS), dan PT Golden Plantation Tbk (GOLL).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, terdapat beberapa pertimbangan Bursa sebelum melakukan delisting terhadap perusahaan tercatat tersebut.

Baca Juga: Kinerja Pasar Modal Tetap Positif meski Covid-19 dan PPKM

Sebagaimana diketahui, ada beberapa pertimbangan Bursa sebelum melakukan delisting, berdasarkan Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa, delisting saham Perusahaan Tercatat oleh Bursa dapat dilakukan karena going concern perusahaan dan dilakukan suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai atau hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir.

"Dalam perjalanannya, sebelum melakukan delisting, Bursa tetap melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap Perusahaan Tercatat termasuk upaya perbaikan yang dijalankan Perseroan," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: Obligasi Kelebihan Permintaan, WIKA: Kepercayaan Investor Masih Tinggi

Berkaitan dengan emiten BTEL, PLAS, GOLL, yang termasuk berpotensi delisting, Nyoman menyebut saat ini emiten tersebut masih dalam kondisi suspensi dikarenakan terdapat keraguan kelangsungan usaha dan belum dipenuhinya beberapa kewajiban sesuai ketentuan.

Selain itu, berdasarkan POJK No.3/POJK.04/2021 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal, Bursa dapat melakukan delisting Perusahaan Tercatat salah satunya apabila terdapat permasalahan kelangsungan usaha.

"Sebagai salah satu bentuk perlindungan investor di Pasar Modal, Perusahaan Tercatat yang di-delisting wajib mengubah statusnya dari Perusahaan Terbuka menjadi Perusahaan Tertutup, dengan melakukan pembelian kembali atas seluruh saham yang dimiliki oleh pemegang saham publik (buy back)," kata dia.

(fbn)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini