Kinerja Pasar Modal Tetap Positif meski Covid-19 dan PPKM

Selasa 07 September 2021 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 278 2467389 kinerja-pasar-modal-tetap-positif-meski-covid-19-dan-ppkm-aYIElYmrE2.jpg Kinerja Pasar Modal Indonesia Tetap Positif. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja pasar modal Indonesia akan terus membaik hingga akhir 2021. Meski kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berdampak pada kinerja pasar modal domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengungkapkan kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan tren positif sejak triwulan I-2021. Pada penutupan perdagangan 13 Januari 2021 lalu, IHSG tercatat sempat di posisi tertinggi, yakni 6.435,21 poin. Sedangkan NAB reksa dana mencapai posisi tertinggi dengan nilai Rp 594,35 triliun pada 21 Januari 2021.

Baca Juga: BEI Kedatangan 2 Tamu Baru, Intip Profilnya

Meski memasuki triwulan II-2021, beberapa sentimen global seperti munculnya varian delta di India dan kebijakan lockdown di beberapa negara, sempat menekan kinerja pasar modal Indonesia, OJK menilai bahwa para pelaku pasar sudah cukup siap dalam merespons hal tersebut. Kesiapan itu, jelas Hoesen, terlihat dari berbagai indikator pasar yang bergerak positif, sehingga cukup memberikan optimisme terkait perkembangan pasar modal Indonesia pada 2021.

Misalnya, pergerakan IHSG yang memperlihatkan tren positif dan masih mencoba bertahan di level 6.000 dan terkadang menunjukkan penguatan seiring dengan pemulihan ekonomi nasional.

”Berdasarkan catatan kami, per 31 Agustus 2021 IHSG berada pada posisi 6.150 poin atau naik 2,86% mencapai ytd,”ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Selasa (7/9/2021).

Baca Juga: Wih! Banyak Generasi Muda Jadi Investor Saham, Didominasi Usia di Bawah 30 Tahun

Selain dari IHSG dan reksadana, tren positif juga ditunjukkan dari sisi nilai kapitalisasi pasar saham yang mengalami peningkatan 6,13% menjadi Rp7.395 triliun terhitung sejak awal tahun hingga kini, dibandingkan sebelumnya Rp 6.968 triliun per 30 Desember 2020. Demikian pula dengan aset obligasi per 31 Agustus 2021 yang meningkat 4,35% secara ytd dari sebelumnya tercatat 314 menjadi 327.

Tidak berhenti di situ, dari sisi suplai, OJK telah mengeluarkan surat pernyataan efektif atas pendaftaran penawaran umum untuk 126 emisi dengan total nilai hasil penawaran umum mencapai Rp 255,4 triliun lebih yang 38 di antaranya merupakan emiten baru. Penambahan jumlah emiten baru ini tergolong masih yang tertinggi di bursa di negara-negara Asean.

“Dari sisi demand, kami melihat peningkatan jumlah investor di pasar modal yang terus tumbuh signifikan. Kami mencatat jumlah SID mencapai 6 juta lebih atau meningkat 56,9% secara ytd. Peningkatan jumlah investor didominasi kelompok milenial dan generasi Z yang berumur di bawah 30 tahun yang tercatat mencapai kurang lebih 58,5% dari total investor,” kata Hoesen.

Untuk menjaga stabilitas perekonomian, termasuk pasar modal Indonesia serta menjalankan program percepatan pemulihan ekonomi nasional, OJK akan terus bersinergi dan bekerjasama dengan Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Konkritnya dengan cara menerbitkan POJK Nomor 7 tahun 2021 tentang kebijakan dalam menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal akibat penyebaran Covid-19 untuk memberikan relaksasi bagi pelaku industri pasar modal, melakukan pengendalian volatilitas dan menjaga kestabilan pasar modal dalam sistem keuangan serta memberikan kemudahan perizinan dan penyampaian dokumen serta pelaporan kepada OJK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini