JAKARTA - China mengalami krisis energi. Krisis ini menyoroti kelemahan salah satu prioritas utama Presiden China Xi Jinping, yaitu keamanan sektor energi.
Keamanan energi bisa berdampak pada sistem tenaga listrik untuk tahun-tahun mendatang. Melansir Bloomberg, terdapat empat cara yang bisa diambil pemerintah China sebagai opsi menanggulangi kekacauan ekonomi ini.
Baca Juga: Darurat! Krisis Listrik di China Sangat Mengkhawatirkan
Berikut 4 opsi kebijakan yang bisa dilakukan pemerintah China untuk mengatasi krisis energi seperti dilansi Bloomberg, Jakarta, Minggu (3/10/2021).
1. Mainkan Harga
Pemicu krisis energi di China utamanya adalah ditutupnya pembangkit listrik karena kerugian besar untuk membeli batu bara. Sementara itu, permintaan terkait tenaga panas bumi di China tak pernah tumbuh sebanyak tahun ini.
Mulai bulan ini, Provinsi Hunan berencana menguji coba sistem harga terkait biaya batu bara. Sementara Guangdong telah menaikkan tarif agar insentif pasokan dapat digali lebih dalam.
Di sisi lain, negara tengah mempertimbangkan penaikan tarif terhadap pelaku industri. Ini dapat menjadi pukulan bagi para produsen.
2. Menghubungkan Seluruh Negara
China saat ini memiliki dua operator jaringan lokal, yaitu State Grid Corp. of China dan China Southern Grid Corp. Keduanya telah membangun jaringan listrik jarak jauh di seluruh negeri dengan cepat, tetapi masih banyak kekurangan yang perlu diinisiasi.
Menurut Manajer Lantau Group David Fishman, berbagai bagian negara atau bahkan beberapa dalam provinsi yang sama di China masih belum terhubung seutuhnya. Kini, masih sedikit perdagangan listrik antarprovinsi.
“Semakin banyak konektivitas yang Anda miliki, semakin Anda dapat mengalokasikan pasokan secara efisien. Jadi, ada alasan untuk lebih banyak berinvestasi di saluran tegangan ultra-tinggi dan lebih banyak saluran lokal,” jelas Fishman.