3. Peduli pada Lingkungan
Krisis ini menimbulkan banyak pendapat masyarakat tentang gagalnya konversi penggunaan energi dari bahan bakar fosil. Pasalnya, energi terbarukan pun belum terlalu matang diterapkan.
Meski tengah perlahan menghentikan penggunaan batu bara, China kini malah terpaksa berburu gas dan batu bara karena tekanan penawaran global. Sebab, investasi dalam penyimpanan energi fleksibel (pompa hidro, baterai skala besar) juga dibutuhkan dalam rencana negara menggunakan energi bersih.
“Beberapa bulan terakhir telah mengekspos kerentanan China dan banyak ekonomi lainnya terhadap harga bahan bakar fosil, dan memperkuat kontra untuk beralih ke sumber energi nol-karbon,” kata Lauri Myllyvirta, analis utama di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih.
4. Stabilkan Persediaan
Salah satu cara menutupi kekurangan ini, yaitu meniru keberhasilan pencadangan minyak strategis dengan membangun dan mengisi fasilitas penyimpanan batu bara milik negara di seluruh negeri.
Cara ini pun akan memberikan backstop kebutuhan di masa mendatang. Tak cuma itu, membeli untuk mengisi persediaan juga dapat membantu penambang.
Rencana untuk program semacam ini telah berjalan di China. Pemerintah negara itu telah membuat janji untuk memperkuat kapasitas cadangan batu bara. Juni lalu, pemerintah mengaku akan meningkatkan stok batu bara menjadi 600 juta ton, 15% dari konsumsi tahunan negara.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.