Bensin Pertalite Langka, Begini Penjelasan Pertamina

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 04 Oktober 2021 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 320 2480985 bensin-pertalite-langka-begini-penjelasan-pertamina-06viqUQePj.jpg Stok Pertalite Habis. (Foto: Okezone.com/Wahyudi)

MEDAN - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite sulit didapatkan dalam sepekan terakhir. Banyak Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) yang tidak memiliki stok untuk jenis BBM tersebut.

Kelangkaan bahkan meluas hingga ke wilayah Deliserdang, Binjai, Langkat dan juga Serdang Bedagai. Wilayah Pantai Timur Sumatera juga dikabarkan mengalami kelangkaan yang sama.

Baca Juga: Atasi Krisis, 200 Tentara di Inggris Jadi Sopir Truk BBM Mulai Senin

"Sudah sejak Jumat pekan kemarin susah nyarinya (Pertalite). Biasanya di SPBU dekat rumah selalu ada, ini harus nyari ke SPBU yang jauh. Itu pun antri. Supaya enggak capek, nambah stok lah. Kalau biasanya isi 2-3 liter sekali isi. Sekarang isi penuh lah biar enggak bolak-balik," kata Farida (22), warga Medan Perjuangan, Kota Medan, Senin (4/10/2021).

"Hari ini SPBU di Jalan Bilal Pertalite Habis, di SPBU Kapten Muslim juga habis, yang ada cuma Pertamax," kata Sugiarto, warga Medan.

"Kemarin sepanjang jalan dari Binjai sampai ke Langkat tak ada satupun SPBU yang punya Pertalite. Terpaksa kita beli Pertamax supaya bisa tetap jalan. Ini kan jadi memberatkan," kata Ebenezer (57), warga Deliserdang.

Baca Juga: Harga BBM Turun Awal Oktober, Cek Daftarnya di Pertamina dan Shell

Staf Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Haris Anza, mengatakan terjadinya kekosongan stok BBM jenis Pertalite di Medan dan sejumlah daerah lainnya di Sumut, dikarenakan adanya faktor kenaikan konsumsi rata-rata harian sejak penurunan PPKM di wilayah Sumut.

"Ada peningkatan konsumsi rata-rata 9% untuk jenis gasoline (Pertalite dan Pertamax Series) dan 10% untuk jenis gasoil (Solar dan Dex Series)," sebut Haris.

Selain itu, sambung Haris, dalam sepekan terakhir terjadi gangguan distribusi BBM akibat tanker yang sulit sandar karena gelombang laut yang cukup tinggi.

"Faktor cuaca yang kurang bersahabat memang mengganggu distribusi. Untuk mengatasinya, kamis udah melakukan optimalisasi mobil tangki dan menambah jam kerja fuel terminal BBM," pungkasnya.

Haris pun menyebut saat ini kondisi sudah mulai terkendali. Pihaknya juga terus memantau kondisi SPBU yang kosong untuk segera mendapatkan distribusi BBM.

"Kondisinya sudah aman. Distribusi sudah kita lakukan ke SPBU yang dilaporkan kosong. Saat ini dalam perjalanan. Kalau masih ada yang kosong, mohon dilaporkan ke kita agar segera kita penuhi kebutuhannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini