JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham di Bursa. Per 1 Oktober 2021, terdapat 24 perusahaan yang terdapat dalam pipeline IPO BEI.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, terdapat 24 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Dari pipeline tersebut tercatat belum ada penambahan jumlah perusahaan atau anak usaha BUMN.
Baca Juga: Pak Erick Thohir, Anak Usaha Telkom dan Pertamina Jadi IPO?
"Sampai dengan 1 Oktober 2021 terdapat 24 perusahaan dalam pipeline saham BEI dan dua di antaranya merupakan anak perusahaan BUMN," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Selasa (5/10/2021).
Dari sisi sektor 24 perusahaan tersebut cukup beragam, terdiri dari 7 perusahaan sektor Consumer Cyclicals, 5 perusahaan sektor Consumer Non Cyclicals, 3 perusahaan di sektor Energy.
Baca Juga: Begini Persiapan IPO Anak Usaha Adhi Karya
Kemudian, 2 perusahaan sektor Basic Materials dan sektor Industrials, serta sektor Technology, Financials, Transportation & Logistic, Properties & Real Estate, serta Infrastructures masing-masing sebanyak 1 perusahaan.
Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline saham merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017:
• 2 Perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp50 Miliar)
• 8 Perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar)
• 14 Perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250 Miliar)
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.