Terlebih, banyaknya dukungan pemerintah terhadap dunia usaha melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), termasuk kepada UMKM, telah banyak digulirkan.
"Dukungan Pemerintah terhadap dunia usaha sudah banyak melalui program dana Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN ) termasuk terhadap UMKM," tukas Benny.
Kendati demikian, untuk memaksimalkan pemulihan usaha dan bisnis di sektor perdagangan, Benny berharap ada pelonggaran akses pembiayaan di lembaga keuangan.
Hal tersebut dibutuhkan mengingat selama pandemi melanda Indonesia, modal usaha telah terpakai sebagai dana cadangan untuk bisa bertahan di masa-masa sulit.
"Pelonggaran akses pembiayaan itu maksudnya dengan bunga rendah dan akses yang lebih mudah," pungkas Benny.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan pada bulan tersebut sebesaR USDd4,74 miliar. Surplus itu lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang angkanya sebesar USD2,59 miliar.
Menurut BPS, nilai ekspor Indonesia pada periode tersebut mencapai USD21,42 miliar. Capaian itu menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)