Penipuan CPNS Masih Terjadi, Kepala BKN: Calonya Salah tapi Masyarakat juga Salah

Dita Angga R, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 320 2482785 penipuan-cpns-masih-terjadi-kepala-bkn-calonya-salah-tapi-masyarakat-juga-salah-uKmijYsOZN.jpeg Penipuan penerimaan CPNS masih marak (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penipuan CPNS masih marak di kalangan masyarakat. Dengan iming-iming lolos jadi PNS tanpa tes, masyarakat rela membayar mahal para calo.

Menanggapi masih adanya kasus penipuan CPNS, Bima menilai bahwa hal ini menunjukkan masih adanya masyarakat yang ingin menjadi abdi negara melalui jalur yang tidak semestinya.

Baca Juga: Usaha dan Doa Iringi Tes SKD CPNS 2021

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan BKN terus mengembangkan sistem teknologi Computer Assisted Test (CAT). Hal ini untuk meningkatkan kualitas penerimaan ASN.

Salah satunya dengan inovasi baru seperti fitur face recognition untuk menghindari terjadinya percaloan di lokasi ujian. Di sisi lain, Bima juga menekankan bahwa tidak ada yang bisa menggadaikan sistem CAT agar seseorang bisa masuk menjadi ASN secara tidak wajar.

Baca Juga: Tak Perlu Khawatir! SKD CPNS 2021 Penyandang Disabilitas Dibantu Petugas

Dia pun meminta agar masyarakat jangan sampai tertipu apabila ada yang menawarkan diri membantu menjadi ASN secara insta. Pasalnya anak-anak pejabat sekalipun tidak ada yang bisa masuk tanpa seleksi.

“Masyarakat ternyata masih banyak yang menginginkan masuk ASN tanpa jalur yang semestinya. Jadi sebetulnya dua-duanya salah, calonya salah dan masyarakat yang percaya juga salah,” katanya dikutip dari BKN.go.id, Kamis (7/10/2021).

Bima juga berpesan kepada para peserta bahwa kunci keberhasilan dalam mengikuti seleksi tergantung pada kemampuan masing-masing peserta.

“Percaya dirilah bahwa hanya peserta sendirilah yang bisa memastikan dirinya bisa menjadi ASN, salah satunya dengan persiapan yang baik dan tentunya berdoa,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini