Menko Luhut Ungkap Tantangan Ekonomi dan Investasi di Era Baru, Apa Itu?

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 08:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 320 2486613 menko-luhut-ungkap-tantangan-ekonomi-dan-investasi-di-era-baru-apa-itu-dZmPKoNRjx.jpg Menko Luhut Ungkap Tantangan Ekonomi di Era baru. (Foto: Okezone.com/Kemenko Marves)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian dan iklim investasi pada masa Covid-19 sedang menghadapi era baru, tentunya dengan perkembangan ke arah yang positif.

"Kondisi perekonomian dan iklim investasi Indonesia sedang menghadapi era baru dengan tantangan yang besar dan belum pernah dihadapi sebelumnya,” kata Menko Luhut dalam keterangan yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (15/10/2021).

Luhut menyampaikan, pertama, pandemi Covid-19 yang menjangkiti lebih dari 200 juta orang dan menyebabkan lebih dari 4 juta korban jiwa di seluruh dunia.

Baca Juga: Biaya Kereta Cepat Bengkak Rp69 Triliun, Stafsus Erick Thohir: Audit Selesai Desember 2021

“Kedua, ancaman perubahan iklim semakin di depan mata. Ketiga, perubahan geopolitik dunia, terutama persaingan antara dua negara adidaya, Tiongkok dan Amerika Serikat.Dengan dunia yang semakin kompleks dan dinamis, masih banyak tantangan lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu,” paparnya.

Meskipun tantangan ini dapat terdengar berat, saya ingin mengajak kita untuk beradaptasi dan melihat potensi dari setiap tantangan yang dihadapi.

Baca Juga: Bantuan Rp3,5 Juta Terancam Tak Cair, Hari Ini Kesempatan Terakhir bagi Penerima Kartu Prakerja

“Kemudian upaya pengendalian Pandemi Covid-19 tersebut juga Namun menyebabkan pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait melakukan reformasi sistem kesehatan tanpa disadari. Bentuk-bentuk reformasi kesehatan tersebut antara lain meningkatkan kapasitas tempat tidur, obat-obatan, oksigen, dan tenaga kesehatan,” ujarnya.

Ditambah dengan stimulus PEN yang terealisasi lebih dari Rp150 Triliun selama masa PPKM Darurat/Level, Menko Luhut mengungkapkan, penurunan kasus yang tajam ini telah berdampak positif terhadap kondisi ekonomi.

“Berdasarkan data-data hingga September, pemulihan ekonomi terjadi sangat cepat, yang tercermin dari indikator-indikator terkait tingkat keyakinan masyarakat, aktivitas konsumsi, dan aktivitas produksi sektor manufaktur yang sudah kembali atau mendekati tingkat sebelum pandemi Covid-19,” katanya.

Untuk memanfaatkan berbagai peluang tersebut, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya memperbaiki iklim investasi melalui penerbitan UU Omnibus yang mempermudah perizinan, memberikan insentif lebih banyak, serta memberikan lebih banyak kepastian hukum dari UU sebelumnya yang cenderung bersifat tumpang tindih.

Pemerintah juga menangani berbagai sengketa investasi, menyiapkan insentif khusus kawasan, dan menerbitkan aturan lainnya termasuk aturan perpajakan yang berpihak pada dunia usaha.

"Tentunya keberhasilan ini telah menunjukkan bahwa dengan kerja sama yang baik, kita mampu. Saya berharap agar momentum pemulihan ekonomi yang sedang terjadi ini hari ini terus kita manfaatkan dengan baik dan menjadi pecutan bagi bangsa ini untuk terus berbenah," pungkas Menko Luhut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini