Erick Thohir Tak Mau Ada Proyek BUMN Mangkrak, Ingat Jangan Asal Ekspansi

Antara, Jurnalis · Minggu 24 Oktober 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 24 320 2490980 erick-thohir-tak-mau-ada-proyek-bumn-mangkrak-ingat-jangan-asal-ekspansi-fHypvM8aqw.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

PALEMBANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengingatkan BUMN tidak asal membuat rencana ekspansi bisnis. Sebab, jika ada proyek yang mangkrak, maka dirinya tidak segan-segan untuk mengusut.

Erick mengapresiasi keinginan BUMN untuk mengembangkan usaha namun rencana itu harus bisa diterima dalam hitungan bisnis.

“Bagaimana rencana proyek tersebut disusun? Mengapa bisa mangrak? Apa karena hanya ada keinginan pada direktur yang penting mereka ada proyek? Ini harus dicermati,” kata Erick, di Palembang, Sumatera Selatan, dikutip dari Antara, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga: Erick Thohir Pesan agar Bank BUMN Perlakukan UMKM Bak Pahlawan

Ia mencermati kasus di PT Krakatau Steel, yang mana telah menginvestasikan dana mencapai USD850 juta (Rp12 triliun) untuk pembangunan pabrik tanur tiup (blast furnace).

Pembangunan proyek yang memakan biaya investasi yang besar itu mangkrak selama empat tahun dan membebani perusahaan dengan utang menggunung.

Erick pun telah memerintahkan untuk dilakukan pengusutan karena ada dugaan korupsi.

Baca Juga: 5 PR Erick Thohir dalam 2 Tahun ke Depan

Atas kejadian ini, Erick mengingatkan BUMN untuk mendukung proses transformasi bisnis yang dijalankan Kementerian BUMN dengan menetapkan lima fondasi sebagai acuan.

Lima fondasi itu yakni perbaikan korporasi dan pelayanan publik, fokus pada bisnis inti, inovasi berbasis digitalisasi, proses bisnis yang baik dan diawali dengan transformasi sumber daya manusia.

Penerapan ini juga harus berpegang teguh dengan nilai dasar (core values) yang telah ditetapkan bersama sejak 1 Juli 2020, yakni AKHLAK, akronim dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Jika nilai dasar ini diterapkan maka BUMN akan memberikan banyak kontribusi bagi negara. Di dalam bisnis dalam negeri, BUMN bukan mengambil kesempatan pihak swasta tapi adalah penyeimbang pasar.

“Ini susah jika tidak loyal, nanti berpikirnya ini kan perusahaan negara nanti jika rugi ada negara yang bantu. Jika ini dipertahankan, maka BUMN tidak sesuai harapan padahal asetnya sangat besar,” kata Erick.

Sejauh ini, berkat upaya yang dilakukan Kementerian BUMN sejak dua tahun terakhir, BUMN mampu berkontribusi ke negara senilai Rp377 triliun melalui pajak, dividen, dan bagi hasil.

Capaian positif lainnya dapat dilihat dari kenaikan laba hingga 365 persen atau pada semester I 2020 hanya mencapai Rp6 triliun, sementara pada periode yang sama tahun 2021 mampu meraup Rp26 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini