5 PR Erick Thohir dalam 2 Tahun ke Depan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 22 Oktober 2021 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 320 2490071 5-pr-erick-thohir-dalam-2-tahun-ke-depan-SBYJUoa5Ze.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan ada lima program penting yang harus direalisasikan dalam transformasi BUMN di dua tahun ke depan.

"Tentu, 2 tahun ke depan adalah masa yang penting untuk transformasi. Memang, di Kementerian BUMN ada lima (program) yang sedang kita pikirkan," ujar Erick, Jumat (22/10/2021).

Adapun kelima program yang dimaksud di antaranya, pertama, transformasi digitalisasi yang dilakukan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Telkomsel Tbk., salah satunya, peluncuran 5G Mining yang merupakan hasil kolaborasi antara PT Freeport Indonesia dan Telkom.

Baca Juga: Erick Thohir Transformasi BUMN Pangan, RI Tak Lagi Ketergantungan Impor

Inovasi tersebut merupakan langkah transformasi yang dilakukan perusahaam dalam menghadapi persaingan industri 4.0. Peluncuran ditargetkan 5G Mining pada 2022.

Kedua, transformasi energi baru terbarukan (EBT) yang digodok PT PLN (Persero). Di sektor ini, PLN akan menggarap pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) berkapasitas 20,09 gigawatt (GW) pada 2025.

Baca Juga: Tak Copot Direksi dan Komisaris BUMN Era Rini Soemarno, Apa Alasan Erick Thohir?

Ketiga, transformasi di sektor pertambangan yang dilakukan Holding BUMN Pertambangan. Keempat, industri pariwisata yang menjadi fakus PT PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) sebagai payung dari Holding Pariwisata dan Pendukungnya.

"Transformasi yang tidak kalah pentingnya di industri pertambangan yang fendly terhadap lingkungan hidup dan tentu terakhir industri pariwisata juga menjadi komponen penting," katanya.

Kelima, transformasi di sektor pangan. Erick menggarisbawahi Indonesia sebagai negara agraris yang seyogyanya menjadi ekosistem atau lumbung pangan dunia. Namun, kondisi saat ini justru memperlihatkan Indonesia kerap melakukan impor pangan.

Langkah itu, kata dia, hanya akan menjadikan pekerja industri, petani, peternak, hingga perkebunan sebagai objek pembangunan saja. Padahal, kelompok tersebut seharusnya menjadi subjek dalam rantai pasok pangan. Ia pun mengungkapkan kekesalannya sebagai orang yang hidup di negara agraris tapi impor pangan terus.

Tak segan-segan Erick mengutarakan akan menggantikan Dewan Direksi dan Komisaris BUMN di sektor pangan, bila selama satu tahun ke depan ekosistem pangan dalam negeri tidak mengalami transformasi secara signifikan.

"Hal ini yang saya rasa, kami dari Kementerian BUMN sangat serius melakukan transformasi ini dan tentu," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini