Modus Kecurangan SKD CPNS, Soal Ujian Bisa Dikerjakan dari Luar

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 26 Oktober 2021 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 26 320 2491796 modus-kecurangan-skd-cpns-soal-ujian-bisa-dikerjakan-dari-luar-8anC4SdyyA.jpg Modus Tes SKD CPNS 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo menerima laporan kecurangan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS yang terjadi di titik lokasi mandiri Pemkab Buol, Sulawesi Tengah. Dari laporan yang diterima, potensi terjadi kecurangan pada pelaksanaan SKD CPNS yang digelar di gedung BKPSDM Kabupaten Buol.

“Cara kerja kecurangannya dengan menginstall software remote akses sehingga PC yang digunakan peserta bisa diakses dari luar lokasi ujian. Software ini dipasang/diinstall oleh Kepala BKPSDM bersama dua orang lainnya pada malam hari. Hasil bukti rekaman CCTV dihapus, tapi bisa direcovery oleh tim BKN dan BSSN,” ungkap Tjahjo, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: Ada Temuan Kecurangan SKD, Jadwal Tes SKB CPNS Mundur?

Dia mengatakan kecurigaan adanya kecurangan pengawas di lokasi berawal dari terjadi blue screen pada salah satu PC peserta ujian. Dimana PC tersebut ternyata yang dipasang software remote akses.

“Kemudian peserta diminta pindah duduk, tetapi yang bersangkutan tidak mau pindah dari PC tersebut. Posisi duduk di komputer ini sudah diatur/diarahkan sebelumnya oleh Panitia Lokal. Terlihat hasil rekaman cctv,” tuturnya.

Baca Juga: Ada Kecurangan Tes CPNS, BKN Turunkan Tim Tanggap Insiden Siber

Selain itu Tjahjo mengatakan sudah dilakukan audit trail terhadap peserta test. Audit trail ini untuk melihat aktivitas peserta selama pelaksanaan ujian. Dari hasil audit trail terlihat menunjukkan peserta sangat cepat menyelesaikan soal. Baik saat menampilkan soal maupun menjawab soal sangatlah cepat.

“Peserta tersebut hanya menampilkan soal kurang lebih 30 soal dalam hitungan detik (rata-rata 7 detik). Setelah menampilkan soal dalam hitungan detik, kemudian menjawab soal juga dalam hitungan detik (rata-rata 8 detik). Ini sangat tidak mungkin terjadi, karena rata-rata waktu bagi peserta minimal 50-54 detik. Artinya dengan waktu yang begitu pendek, tidak mungkin orang bisa membaca soal bisa sangat cepat. Ini terjadi juga di soal-soal Tes Intelegensi Umum yang berisi hitung-hitungan,” paparnya.

Tjahjo mengatakan bahwa peserta yg ada di komputer tersebut hanya menampilkan soal. Di mana yang menjawab adalah tim diluar lokasi.

“Itu sebabnya bisa dilakukan dengan sangat cepat, krn ada dugaan tidak dilakukan oleh satu orang tetapi dalam bentuk tim yang bertugas membantu menjawab soal-soal ujian,” tuturnya.

“Dengan beberapa alat bukti, hasil cctv, hasil audit forensik dari sistem CAT dan interview dengan petugas di lapangan memperlihatkan kecurangan tersebut. Demikian kondisi ya,” ujarnya Tjahjo. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini