Bahlil Pastikan Presiden Jokowi Buka Pintu Investasi bagi Semua Negara

Antara, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 18:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 320 2492742 bahlil-pastikan-presiden-jokowi-buka-pintu-investasi-bagi-semua-negara-QUsNsZgvjK.jpg Presiden Jokowi (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan agar Indonesia harus membuka pintu seluas-luasnya kepada semua negara. Hal ini disampaikan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Bahlil mengatakan Presiden Jokowi juga memastikan pemerintah akan memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh investor.

"Di bawah perintah Bapak Presiden Joko Widodo, bahwa Indonesia harus memberikan ruang sebesar-besarnya kepada semua negara. Kita tidak hanya mencondong kepada satu negara tapi semua negara kita berikan tempat yang sama selama dia memenuhi aturan perundang-undangan," kata Bahlil seperti dikutip Antara, Rabu (27/10/2021).

Baca Juga: Kelebihan Listrik, Bahlil Sebut Krisis Energi Peluang Undang Investasi ke RI

Sejalan dengan arahan tersebut, pemerintah pun akan terus mendukung investor asing yang masuk ke Indonesia.

Dalam catatan Kementerian Investasi/BKPM sepanjang periode Januari-September 2021, Singapura masih berada di posisi teratas negara yang paling banyak menanamkan modalnya di Indonesia sebesar USD7,3 miliar. Disusul kemudian oleh Hong Kong sebesar USD3,1 miliar, China USD2,3 miliar, Jepang USD1,8 miliar dan Belanda sebesar USD1,5 miliar.

"Singapura masih nomor satu. Kita tahu ini hub juga bagi beberapa negara," kata Bahlil.

Baca Juga: Investasi Asing Turun tapi Domestik Naik, Bahlil: Seperti Juventus

Sementara itu, jika dilihat berdasarkan capaian realisasi investasi triwulan III-2021, Singapura juga masih menjadi negara teratas yang paling banyak berinvestasi di Indonesia yakni sebesar USD2,6 miliar.

Setelah Singapura, ada Hong Kong dengan USD900 juta, disusul kemudian oleh Jepang sebesar USD7 juta, China sebesar USD600 juta dan Amerika Serikat sebesar USD500 juta.

Ada pun realisasi investasi sepanjang triwulan III-2021 mencapai Rp216,7 triliun, tumbuh 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), namun capaian tersebut tercatat melambat 2,8% dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/q-t-q).

Penyerapan tenaga kerja hingga periode itu mencapai 288.687 orang, turun 2,3% secara yoy.

Secara kumulatif sepanjang Januari-September 2021, realisasi investasi mencapai R659,4 triliun atau mencapai 73,3% dari target yang ditetapkan Presiden Jokowi sebesar Rp900 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini