Investasi Asing Turun tapi Domestik Naik, Bahlil: Seperti Juventus

Antara, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 320 2492564 investasi-asing-turun-tapi-domestik-naik-bahlil-seperti-juventus-NWeMOzfFZ6.jpg Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Foto: Setkab)

JAKARTA - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi sepanjang kuartal III-2021 mencapai Rp216,7 triliun di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akibat melonjaknya kasus Covid-19.

Meski tercatat tumbuh 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy), namun capaian tersebut tercatat melambat 2,8% dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/q-t-q).

"(Penurunan) lebih disebabkan karena memang selama tiga bulan ini kami bisa bekerja maksimal hanya 1,5 bulan. (Sisa) 1,5 bulannya kita tahu pandemi Covid-19 tapi kita tetap kerja terus, kita kawal perusahaan end-to-end, dan kita turunkan tim ke lapangan," kata Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam paparan kinerja triwulan III-2021 secara daring di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Di sisi lain, Bahlil mengatakan tumbuhnya capaian realisasi investasi secara yoy mencerminkan bahwa kemungkinan pengusaha/investor kini telah beradaptasi dengan kondisi pandemi dan tetap percaya diri merealisasikan investasinya.

Baca Juga: Kabar Baik, Pulang dari Taiwan Bahlil Bawa Oleh-Oleh Foxconn Mau Investasi Kendaraan Listrik di RI

Secara rinci, total realisasi investasi itu berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mencapai Rp113,5 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp103,2 triliun.

Bahlil menjelaskan, realisasi PMA sepanjang Juli-September turun secara q-t-q sebesar 11,6%, sementara secara yoy turun 2,7%.

"Memang PMA kita, pada saat PPKM, banyak tenaga ahli tidak bisa masuk karena protokol COVID dan arus barang masuk dari luar negeri juga sedikit terhambat karena pandemi," katanya.

Kendati realisasi PMA turun, di sisi lain, PMDN naik 6,8% secara q-t-q dan tumbuh 10,3% secara yoy.

Menurut Bahlil, ibarat gaya sepakbola ala klub asal Italia, Juventus, yang bertahan dan menyerang, maka begitu pulalah strategi menggaet investasi masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Investasi Domestik Penyelamat Ekonomi RI di Tengah Pandemi Covid-19

"Menggaet investasi di Indonesia selalu analogikan seperti Juventus, bertahan dan menyerang. Jadi pada saat penyerangan tidak bisa karena pandemi Covid-19, kita hajar dalam negeri. Tapi begitu longgar, kita hajar lagi untuk luar negeri," katanya.

Berdasarkan lokasi proyek, realisasi investasi triwulan III-2021 tersebar di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Riau dan Banten. Sementara Singapura, Hong Kong, Jepang, China dan Amerika Serikat tercatat jadi lima perekonomian yang paling banyak berinvestasi di Indonesia sepanjang triwulan III-2021.

Sebaran sektornya yaitu perumahan, kawasan industri dan perkantoran; transportasi, gudang dan telekomunikasi; industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; pertambangan; dan jasa lainnya.

Ada pun secara kumulatif sepanjang Januari-September 2021, realisasi investasi mencapai R659,4 triliun atau mencapai 73,3% dari target yang ditetapkan Presiden Jokowi sebesar Rp900 triliun.

Sepanjang Januari-September 2021, realisasi PMA mencapai Rp331,7 triliun (50,3%) dan PMDN sebesar Rp327,7 triliun (49,7%). Proyek investasi tersebar paling banyak di Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten dan Riau.

Sebaran realisasinya di sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran; industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; transportasi, gudang dan telekomunikasi; listrik, gas dan air; serta pertambangan.

Sedangkan Singapura, Hong Kong, China, Jepang dan Belanda jadi lima perekonomian teratas asal investasi asing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini