Investasi Domestik Penyelamat Ekonomi RI di Tengah Pandemi Covid-19

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 23 Oktober 2021 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 23 320 2490467 investasi-domestik-penyelamat-ekonomi-ri-di-tengah-pandemi-covid-19-DrLJxVQ7Gv.jpg Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (Foto: Setkab)

JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyebut bahwa, pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran penting bagi seluruh golongan masyarakat di Indonesia. Bahkan, pandemi juga membuka begitu banyak peluang bagi Indonesia untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami di Kementerian Investasi menganggap pandemi ini sebagai peluang di tengah tantangan. Kenapa saya katakan sebagai peluang, yang pertama kita melakukan reformasi terhadap regulasi kita yang tumpang tindih," katanya saat diskusi webinar yang digelar oleh Ikatan Alumni Harvard di Indonesia, Sabtu (23/10/2021)

Kedua, kata Bahlil, pihaknya akan memberikan kesempatan untuk melakukan konsolidasi domestik. Diketahui pada 2020, tepatnya ketika pandemi menggoyang ekonomi global, sehingga foreign direct investment ke Indonesia turun signifikan.

Baca Juga: Konsumsi Lesu, Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI Berharap pada Investasi

"Ekonomi kita tetap relatif lebih baik dibandingkan negara lain karena kita ditopang oleh investasi domestik. Nah ini harus dilihat sebagai peluang,' kata Bahlil.

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan, bahwa investasi memiliki peran sangat penting dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo, bahwa transformasi ekonomi harus didorong untuk mengarah pada hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah. Indonesia tidak boleh dikenal dunia sebagai pengimpor bahan baku mentah.

Baca Juga: Ke Belanda, Bahlil Bahas Investasi Industri Pakan Ternak

"Saya berpendapat bahwa dalam proses menggiring kesana, penting melakukan investasi berkelanjutan, salah satu diantaranya kegiatan investasi yang berbasis ekonomi hijau dan ekonomi biru," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Arsjad Rasjid mengatakan bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi dua perang sekaligus yaitu Pandemi COVID-19 dan Ekonomi.

Untuk menghadapi kedua peperangan tersebut, Arsjad mengatakan, bahwa KADIN percaya dengan gotong royong. Gotong royong skala besar yang melibatkan berbagai elemen pengusaha, masyarakat dan pemerintah untuk melawan pandemi dan pada saat yang bersamaan menjaga serta memulihkan sektor ekonomi.

"KADIN percaya kedua perang ini dapat kita menangkan dengan gotong royong, dan dengan pendekatan gotong royong inilah kita melawan pandemi, mulai dari vaksinasi, hingga berbagai program dan aktivitas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional," terangnya.

"Termasuk membantu pada pelaku mikro dan UMKM kita untuk tetap tangguh menghadapi pandemi dan bisa naik kelas. Tentunya ini akan memperkuat strategic roadmap kita menuju Indonesia emas 2045," tambahnya.

Arsjad melanjutkan, bahwa semua elemen bangsa harus bekerja sama demi memastikan proyeksi Indonesia sebagai negara dengan ekonomi ke-7 di dunia pada tahun 2030 dapat tercapai sebagai milestone dari visi Indonesia Emas 2045.

Pihaknya menjelaska, ada lima cara untuk merealisasikan hal tersebut, yakni: Mendorong teknologi digital untuk meningkatkan sektor pertanian; Mempercepat adopsi Industri 4.0.

"Kemudian membawa teknologi modern kepada pelaku UMKM; Memfokuskan program pelatihan pada kebutuhan masa depan dalam hal ini membangun rantai pasokan dan kekuatan logistik; serta Mengeksekusinya secara konsisten," tutupnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini