Share

Ugal-ugalan soal Harga Sewa Pesawat Garuda, Kementerian BUMN: Peter Gontha Ikut Tanda Tangan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 01 November 2021 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 01 320 2494755 ugal-ugalan-soal-harga-sewa-pesawat-garuda-kementerian-bumn-peter-gontha-ikut-tanda-tangan-YnCJ4eGPDt.jpg Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Dokumen Garuda)

JAKARTA - Mantan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Peter Gontha mengungkap soal masalah selisih harga sewa pesawat jenis Boeing 777.

Selisih harga sewa pesawat ini terjadi saat pengadaan yang dilakukan manajemen Garuda Indonesia sebelumnya.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, pengadaan sejumlah jenis pesawat antara Garuda Indonesia dan lessor melibatkan persetujuan Komisaris.

Artinya, dalam prosesnya Peter Gontha ikut terlibat saat pengadaan pesawat yang dimaksud. Meski begitu, Arya tidak menjelaskan secara rinci jenis pesawat dan waktu pengadaannya.

"Dan dari informasi juga Pak Peter ikut dalam penyewaan pesawat-pesawat tersebut. Ikut, dan beliau pun ikut menandatangani," ujar Arya kepada wartawan, Senin (1/11/2021).

Baca Juga: 4 Fakta Ugal-ugalan Garuda Indonesia, Direksi Lama Harus Diperiksa

Meski pengadaan sejumlah pesawat Peter tidak ikut menandatangani atau menyetujuinya namun, untuk pengadaan pesawat lainnya dia justru menyetujui.

"Memang ada pesawat yang beliau tidak tanda tangan, tapi hampir yang lain ikut semua, tanda tangan penyewaan pesawat," kata dia.

Melalui postingan di akun instagramnya, Peter menyebut harga sewa pesawat Boeing 777 di pasar mencapai USD750.000 atau setara Rp10,6 miliar per bulan (Kurs 14.400 per USD). Namun, manajemen Garuda sebelumnya berani membayar di angka USD1,4 juta atau Rp 19,8 miliar per bulan.

Arya juga mengungkapkan penyebab carut marut kinerja keuangan Garuda Indonesia, salah satunya tata kelola manajemen yang buruk menyebabkan nasib maskapai BUMN tersebut kini di ujung tanduk sulit diselamatkan.

Menurut dia, ugal-ugalan yang dimaksud terkait utang biaya sewa pesawat yang tidak terkontrol manajemen. Adapun biaya sewa pesawat Garuda Indonesia mencapai 27% atau paling tinggi di dunia. "Kan kita tahu bahwa ini adalah kasus ugal-ugalannya di sana gitu, penyewaan pesawat," katanya.

Pemegang saham pun akan mengambil langkah hukum bila pernyataan Peter terbukti benar. Langkah hukum itu berupa laporan pelanggaran manajemen emiten sebelumnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski begitu, Peter dinilai harus menyediakan data-data objektif perihal adanya selisih harga pesawat di pasar dan harga yang diberikan manajemen.

"Kami sangat mendukung kalau bener Pak Peter Gontha sudah menyediakan data mengenai penyewaan pesawat ke KPK," katanya.

Menurutnya, bila dugaan pelanggaran yang dilontarkan Peter benar adanya, maka KPK akan melakukan pemeriksaan kepada mantan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia, termasuk Peter yang tercatat pernah ikut menandatangani sejumlah pengadaan jenis pesawat.

"Jadi kita dorong supaya mantan-mantan Komisaris dan Direksi pada saat itu bisa diperiksa saja untuk mengecek bagaimana dulu sampai penyewaan pesawat tersebut bisa terjadi gitu," kata Arya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini