Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Blue Bird Masih Rugi Rp66,3 Miliar, Emiten Miliarder Milik Miliarder Purnomo Prawiro Tertekan Pandemi

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Selasa, 02 November 2021 |14:51 WIB
Blue Bird Masih Rugi Rp66,3 Miliar, Emiten Miliarder Milik Miliarder Purnomo Prawiro Tertekan Pandemi
Blue Bird masih mengalami kerugian (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Kinerja keuangan PT Blue Bird Tbk (BIRD) hingga kuartal III 2021 masih terdampak pandemi. Pasalnya, emiten taksi ini membukukan rugi bersih sebesar Rp66,3 miliar atau berhasil ditekan 58% dibandingkan kerugian di priode yang sama tahun lalu Rp158 miliar.

Selain itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp1,45 triliun, atau terkoreksi 6,6% dibandingkan pada kuartal tiga 2020 di mana Bluebird berhasil membukukan Rp1,55 triliun.

Baca Juga: Bisnis Transportasi Kian Ketat, KAI Gandeng Blue Bird

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono mengatakan, performa perseroan tahun ini masih sangat dipengaruhi oleh pandemi. Namun perbaikan signifikan pada kinerja keuangan perseroan YoY terlihat dari rugi bersih perseroan di kuartal III 2021 membaik sekitar 58% dibandingkan kuartal III 2020.

”Kami telah belajar banyak dari tahun 2020 dalam menyikapi pembatasan mobilitas masyarakat melalui berbagai program efisiensi untuk mengurangi beban perseroan. Namun di sisi lain kami juga terus memberikan layanan yang aman nyaman dan higienis dengan menjalankan protokol kesehatan yang sangat ketat, serta memberikan kemudahan bagi customer untuk melakukan pemesanan taksi kami di berbagai platform dan semakin mengembangkan alternatif pembayaran cashless yang semakin diminati oleh masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Gantikan Noni Purnomo, Sigit Djokosoetono Jadi Dirut Baru Blue Bird

Perseroan memiliki EBITDA meningkat, di mana pada periode kuartal III 2021 EBITDA yang dihasilkan adalah Rp248 miliar atau naik Rp12,5 miliar dibandingkan tahun lalu. Menurut Sigit, perbaikan kinerja perseroan didukung oleh beberapa faktor antara lain, pertama, beban langsung perseroan turun 9,6% atau Rp125,3 miliar di kuartal III 2021 dibandingkan tahun lalu sebagai hasil dari efisiensi operasional perseroan.

Kedua, strategi efisiensi perseroan juga diterapkan dalam lini pendukung operasi perseroan sehingga beban usaha juga turun Rp46,2 miliar di kuartal III 2021 dibandingkan tahun lalu sehingga rugi usaha perseroan di kuartal III 2021 jauh membaik dari yang sebelumnya -Rp177 miliar di tahun lalu menjadi -Rp108 miliar di tahun ini.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement